| dc.description.abstract | Kajian kelestarian pengelolaan hutan dan eksistensi masyarakat lokal
dalam arus perubahan lingkungan (demografi, ekonomi dan politik) menjadi
isu yang menarik, antara lain masyarakat lokal mempunyai kearifan dalam
pengelolaan hutan, kemiskinan yang tinggi di sekitar hutan, tuntutan
partisipatif, ketahanan pangan, perubahan iklim dan sebagainya. Namun
belum ada kajian mengenai sistem pengelolaan hutan masyarakat di pulaupulau kecil, termasuk respon dan kemampuan masyarakat terhadap
perubahan lingkungan dan implikasinya pada kelestarian hutan.
Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan perubahan lingkungan di
pulau-pulau kecil; menjelaskan strategi adaptasi sebagai respon masyarakat
terhadap perubahan; serta menjelaskan wujud adaptasi pengelolaan Kaindea
dan implikasinya terhadap kinerja dan kelestarian Kaindea.
Teori “cultural ecology” Steward (1955) menjadi rujukan dalam
menjelaskan respon masyarakat terhadap perubahan lingkungan dalam
pengelolaan hutan Kaindea. Adaptasi Cultural ecology secara operasional
dijabarkan melalui konsep tekanan penduduk, perubahan ekonomi, dinamika
politik, dan adaptasi masyarakat. Metode penelitian adalah studi kasus
melalui perspektif emik dan etik. Konsep penelitian yang dipakai adalah
konsep-konsep perubahan lingkungan, yaitu tekanan penduduk, perubahan
ekonomi dan dinamika politik; adaptasi pengaturan sumberdaya, yaitu
organisasi sosial, teknologi, pengaturan tenaga kerja keluarga, dan ragam
mata pencaharian. Pengumpulan data dilakukan melalui orientasi,
wawancara, observasi, FGD dan pengukuran. Analisis data dilakukan dengan
analisis sejarah, hubungan sebab-akibat, analisis kinerja dan kelestarian | |