| dc.description.abstract | Alergi adalah reaksi hipersensitivitas tipe cepat pada manusia terhadap
alergen. Alergi terjadi ketika tubuh membuat antibodi IgE secara berlebihan sebagai
tanggapan atas suatu alergen. Serbuk sari merupakan alergen lingkungan penting di
negara subtropik yang dapat menyebabkan penyakit alergi pada musim berbunga.
Meskipun tumbuhan berbunga terjadi sepanjang tahun di Indonesia, namun alergi
serbuk sari belum banyak dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi serbuk sari dari tumbuhan di suatu wilayah di Indonesia yang dapat
menyebabkan alergi pada manusia. Alat penangkap serbuk sari Burkard dipasang
selama tujuh hari di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sedangkan penangkap serbuk sari
pasif dengan gelas objek berperekat dipasang di wilayah Darmaga Bogor, Pasar
Minggu dan Jagakarsa di Jakarta Selatan. Serbuk sari yang tertangkap diidentifikasi
dibawah mikroskop cahaya dan scanning electron microscope (SEM), yaitu serbuk
sari akasia (Acacia auriculiformis), alang-alang (Imperata cylindrica), kelapa genjah
(Cocos nucifera), kelapa sawit (Elaeis guineensis), jagung (Zea mays), padi (Oryza
sativa), dan pinus (Pinus merkusii). Bobot molekul profil protein ekstrak serbuk sari
didominasi oleh pita-pita berukuran 10-70 kD pada analisis sodium dodecyl sulfatepolyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE). Ekstrak protein serbuk sari tersebut
dan ekstrak serbuk sari campuran rumput komersial (Grasses mix) digunakan sebagai
pembanding, diuji pada orang dengan riwayat alergi dan tanpa riwayat alergi, masingmasing 69 orang dengan menggunakan metode uji tusuk kulit. Ketujuh serbuk sari
dari tanaman yang tertangkap di Indonesia bersifat alergenik. Sensitivitas orang
terhadap serbuk sari alang-alang dan akasia lebih banyak dibandingkan dengan serbuk
sari lainnya, tetapi masih lebih sedikit dibandingkan dengan sensitivitas orang
terhadap Grasses mix. Sensitivitas orang terhadap serbuk sari alang-alang pada
kelompok dengan riwayat alergi lebih banyak dibandingkan dengan kelompok tanpa
riwayat alergi, sedangkan terhadap serbuk sari akasia tidak berbeda pada kedua
kelompok tersebut. Serbuk sari alang-alang dan akasia berpotensi sebagai bahan
alergen untuk uji tusuk kulit di Indonesia. Akasia perlu dipertimbangkan kembali
sebagai pohon peneduh, karena serbuk sarinya ternyata berpotensi menyebabkan
reaksi sensitivitas pada manusia | |