Statistical Downscaling Luaran GCM dan Pemanfaatannya untuk Peramalan Produksi Padi
Date
2008Author
Sutikno
Boer, Rizaldi
Bey, Ahmad
Notodiputro, Khairil Anwar
Las, Irsal
Metadata
Show full item recordAbstract
Pemodelan Statistical downscaling (SD) adalah menyusun model hubungan
antara luaran GCM (resolusi rendah) dan curah hujan stasiun (resolusi tinggi).
Masalah utama dalam penelitian ini adalah: (1) penentuan domain, (2) penentuan
peubah penjelas luaran GCM, dan (3) model regresi yang mempunyai akurasi
tinggi dalam meramal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran domain grid GCM bergantung
pada lokasi stasiun/wilayah curah hujan. Lokasi stasiun di dekat laut/pantai, luas
grid (12 x 12) menghasilkan dugaan yang baik, sebaliknya untuk lokasi yang
semakin jauh dari laut, dengan topografi datar (flat), luas grid 12x12 kurang
memuaskan hasil dugaannya. Peubah penjelas yang berpengaruh terhadap curah
hujan adalah kelembaban spesifik, komponen angin zonal, dan ketinggian
geopotensial terutama pada musim kemarau. Pada musim hujan, peubah penjelas
yang berpengaruh adalah precipitable water, komponen angin zonal, dan
kelembaban spesifik. Model SD yang digunakan adalah model hybrid antara
regresi splines adaptif berganda (RSAB) dan adaptive splines threshold
autoregression (ASTAR). Model hybrid ini berpotensi menghasikan akurasi
dugaan yang tinggi.
Dalam penelitian ini juga mengkaji analisis kelompok (cluster analysis)
untuk membuat pewilayahan iklim atau daerah prakiraan iklim (DPM) di
Karawang, Subang, dan Indramyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode
average linkage mempunyai kinerja yang baik jika dibandingkan dengan metode
ward ataupun complete linkage. Dalam pembuatan DPM digunakan pula peta
elevasi dan kontur curah hujan. Hasil DPM yang terbangun lebih homogen
daripada DPM BMG


