Show simple item record

dc.contributor.authorRakhman, Arif
dc.date.accessioned2010-05-15T14:02:22Z
dc.date.available2010-05-15T14:02:22Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/21979
dc.description.abstractPada dasarnya kegiatan pemanenan kayu dibagi atas 3 tahap yaitu kegiatan penebangan, penyaradan dan pengangkutan. Penyaradan merupakan bagian kegiatan pemanenan yang mengeluarkan kayu dari areal tebangan atau tunggak ke tempat pengumpulan kayu (TPN). Penyaradan merupakan kegiatan yang penting karena kegiatan ini membutuhkan biaya yang besar, memerlukan perhitungan yang cermat sehingga tidak menimbulkan kerusakan tinggal yang besar/parah, serta dapat meningkatkan nilai kayu itu sendiri. HTI di Indonesia dibangun dengan tujuan meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur intensif untuk memenuhi kebutuhan akan bahan baku industri pengolahan kayu (Elias, 2002). Dalam proses pemanenan HTI alternatif menggunakan forwarder di areal HTI layak dijadikan pertimbangan karena dapat bekerja efektif menyarad kayu dengan diameter relatif kecil di areal yang kelerengannya datar sampai curam.id
dc.language.isoother
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleStudi Analisis Biaya Penyaradan dengan Forwarder di HPHTI PT. Musi Hutan Persadaid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record