Show simple item record

dc.contributor.authorMunandar, Mas Nandang
dc.date.accessioned2010-05-13T06:39:17Z
dc.date.available2010-05-13T06:39:17Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/21204
dc.description.abstractTanah Sulfat Masam yang berkembang dari hasil drainase buruk dengan bahan induk yang kaya pirit (FeS2) diperkirakan terdapat sekitar 1.5 juta hektar yang tersebar di daerah Sumatera dan Kalimantan (Klesik et al., 1993) me~piIkanp otensi sumberdaya alam tersendiri yang dapat dimanfaatkan. Tanah sulfat masam umumnya dimanfaatkan untuk budidaya padi sawah karena faktor penghambat yang dimiliki tanaman ini relatif ringan, tetapi budidaya palawija untuk meningkatkan pendapatan petani perlu dicoba walaupun faktor penghambat yang dimilikinya cukup besar. Penggunaan teknologi dan pengelolaan lahan yang tepat untuk budidaya palawija perlu dilakukan untuk menghindari masalah terhadap lingkungan dan komoditas yang dibudidayakan. Pencucian yang dikombinasikan dengan pemberian amelioran merupakan alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktifitas tanaman pada tanah sulfat masam. Penanganan yang baik dan serius dengan memperhatikan aspek kesuburan dan konservasi harus dilakukan agar pengaruh negatif terhadap lingkungan sebagai akibat dari pengelolaan lahan ini dapat ditekan menjadi sekecil mungkin.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePengaruh Pencucian dan Pemberian Bahan Amelioran terhadap Pertumbuhan dan Serapan Hara Kacang Tanah (Arachis hipogea L) pada Tanah Sulfat Masam Delta Telang Sumatera Selatan.id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record