Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi Kasus Empat Desa di Jawa Barat
Date
1982Author
Barhiman, Sjamsu
Kasryno, Faisal
Soejono, Irlan
Aziz, M. Amin
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan Penelitian: a) Mempelajari tingkat produksi padi per hektar pada masing-masing desa yang diteliti, b). Mempelajari pengaruh serta efisiensi penggunaan tenaga kerja, pupuk, obat-obatan dan c). Mempelajari pengaruh status pemilikan tanah, Bimas, Musim dan bibit padi terhadap produksi.
Motede pendekatan dengan menggunakan empat macam fungsi produksi dan konsep marjinal. Data yang digunakan berasal dari hasil survei SDP SAE Bogor bulan Mei dan Juni 1981 di empat desa yaitu, desa Mariuk (Subang), desa Balida (Majalengka), desa Jatisari (Cianjur) dan desa Sentul (Serang).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa :
1). Secara ekonomis produksi padi per usahatani dapat ditingkatkan dengan memperluas areal dan penambahan penggunaan modal. Karena di Jawa umumnya maupun di Jawa Barat khususnya, peningkatan produksi mélalui perluasan areal sulit dilakukan maka dalam kaitannya dengan kebijaksanaan produksi perlu penambahan modal berupa pupuk urea.
2). Elastisitas tenaga kerja di tiga desa yaitu Mariuk, Jatisari dan Sentul, sangat kecil, dalam arti penambahan tenaga kerja tidak respons lagi terhadap produksi.
3). Pengaruh pupuk urea terhadap peningkatan produksi per ha sangat nyata untuk semua desa kecuali desa Balida, dan selanjutnya pengaruh pupuk TSP untuk semua desa tidak nyata.
4). Bibit Unggul dan musim mempunyai peranan penting dalam peningkatan produksi.
5). Produksi padi yang diusahakan oleh pemilik lahan garapan relatip sama bila dibandingkan dengan produksi padi yang diusahakan oleh penyewa ataupun penyakap.
6). Produksi padi dari petani peserta program Bimas relatip sama dibandingkan dengan petani non Bimas.
Collections
- MT - Economic and Management [3227]


