Show simple item record

dc.contributor.advisorSoejono, Irlan
dc.contributor.advisorBaharsjah, Sjarifuddin
dc.contributor.authorSamhoedi, Moch.
dc.date.accessioned2010-05-13T04:14:20Z
dc.date.available2010-05-13T04:14:20Z
dc.date.issued1982
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/20950
dc.description.abstractPenelitian bertujuan untuk mengetahui kemungkinan perluasan kesempatan kerja melalui perbaikan keadaan irigasi yang dianalisa pada keadaan pola usahatani perencanaan optimal dan mengetahui keadaan efisiensi penggunaan sumberdaya tenaga kerja, modal dan lahan dalam aktivitas usahatani. Penelitian dilaksanakan dengan contoh daerah meliputi Seksi Pengairan Pekalen Sampean Tanggul yang menurut administrasi pemerintah terletak dalam Kabupaten Jember. Sebagai unit analisa ialah blok tersier dengan contoh sebanyak 12 buah yang tersebar merata dalam tiga daerah yang berbeda keadaan irigasinya. Daerah tersebut meliputi daerah irigasi-penuh (0,310,50 liter/detik), daerah irigasi-tidak penuh (0,26 0,30 liter/detik) dan daerah irigasi kurang (0,25 liter/detik atau kurang). Pola usahatani dianalisa dalam periode 16 bulan agar usahatani tebu dapat masuk sebagai alternatif aktivitas produksi. Karena itu aktivitas produksi usahatani nontebu terdiri atas pola pergiliran tanam sebanyak empat kali musim tanam. Pola usahatani perencanaan optimal diperoleh dengan mengkaitkan fungsi obyektif dengan restriksi sumberdaya spesifik ialah lahan sawah, modal, tenaga kerja keluarga dan tenaga kerja buruh tani bulanan, fasulitas kredit dan kebutuhan hasil usahatani untuk konsumsi keluarga. Dengan dasar bahwa petani pada umumnya mengelola usa-hatani dengan tujuan untuk memproduksi hasil guna memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga dan pendapatan setinggi-tinggi-nya untuk kebutuhan hidup lain serta untuk pengembangan usahatani mereka, maka sebagai fungsi obyektif ialah memak-simumkan pendapatan usahatani. Ketentuan harga input-out-put sesuai dengan keadaan lapang saat penelitian. Ketersediaan sumberdaya bagi lokasi blok tersier diduga berdasarkan data lapang yang dikumpulkan dengan metode survei. Data input-output usahatani dan ketersediaan tena-ga kerja keluarga diperoleh dari 120 petani contoh dari ber-bagai cabang usahatani yang memiliki lahan garapan dalam blok tersier terpilih. Sedang ketersediaan tenaga kerja buruh tani pria, wanita dan ternak diperoleh dari contoh buruh tani yang dipilih secara acak bertahap sebanyak minimal 48 keluarga untuk tiap blok tersier. Sebagai hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa ke tersediaan tenaga kerja pada daerah irigasi-penuh, irigasi-tidak penuh dan irigasi-kurang berturut-turut untuk tenaga pria 41, 48 dan 46 hari kerja pria per hektar per bulan, untuk wanita 7, 9 dan 28 hari kerja wanita per hektar per bulan, serta ternak sebanyak 3, 5 dan 3 hari kerja ternak per hektar per bulan. Sedang ketersediaan tenaga buruh ta-ni maksimal untuk pria 114, 111 dan 103 hari kerja pria per hektar per bulan, wanita sebesar 47, 39 dan 63 hari kerja wanita per bulan, serta ternak sebanyak 18, 22 dan 11 hari kerja ternak per hektar per bulan. ...id
dc.languageid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleKesempatan Kerja Pertanian di Daerah Irigasi Pekalen Sampeanid
dc.typeTheses
dc.subject.keywordIrigasi
dc.subject.keywordKesempatan kerja
dc.subject.keywordPola usahatani
dc.subject.keywordPerencanaan optimal


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record