Pengaruh Penggunaan Pompa Air Terhadap Tingkat Pendapatan Petani
Date
1982Author
Saleh, Chaerul
Sinaga, Rudolf S.
Kasryno, Faisal
Collier, William L.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian Pengaruh Penggunaan Pompa Air Terhadap Tingkat Pendapatan Petani", dilakukan dalam rangka menyusun thesis pada Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor. Masalah tersebut diteliti dalam rangka menimba informasi dari petani guna menunjang pengembangan sawah yang secara teknis hanya dapat dikembangkan dengan penggunaan teknologi pompa air. Pemakaian teknologi pompa air pada usahatani dapat meningkatkan produksi bahan makanan melalui peningkatan intensitas tanam (cropping in-tensity), dan sekaligus meningkatkan total pendapatan petani dalam satu tahun. Namun pada kenyataan pemakaian pompa air oleh petani tidak berkembang. Ada beberapa faktor yang menghambat perkembangan ini yang secara keseluruhan dapat digolongkan ke dalam faktor teknis, ekonomi dan managemen. Penelitian ini disamping ingin mengetahui pengaruh pompa air pada kenaikan pendapatan petani pemakai pompa juga berusaha mengungkapkan ketiga faktor penyebab tersebut di atas.
Penelitian dilakukan secara kasus di enam desa di Jawa Barat yaitu masing-masing tiga desa di kabupaten Bekasi dan Karawang. Kedua kabupaten contoh dipilih dengan pertimbangan adanya tanah sawah yang dapat dikembangkan dengan teknik pengairan pompa air dan juga telah adanya contoh-contoh petani yang telah memakai pompa air dalam usahataninya sebagai obyek yang diamati. Analisa masalah usahatani sebelum dan sesudah petani memakai pompa air didasarkan data dari sample petani pemakai pompa air. Pengambilan sample petani dilakukan dengan secara acak. Analisa usaha pengoperasian pompa air didasarkan data dari sample pengusaha (operator) pompa air yang dibedakan menurut bentuk pengelolaannya. Dalam penelitian ini bentuk pengelola pompa air dikelompokkan dalam tiga bentuk pengelolaan yaitu, pengelolaan oleh aparat desa; pengelolaan oleh kelompok tani dan pengelolaan oleh perorangan (private).
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 60 persen dari jumlah pompa air di dua kabupaten contoh dalam keadaan rusak. Hambatan teknis yang menyebabkan pompa air belum diperbaiki, antara lain (1) sulitnya tenaga ah-li mesin, (2) sulitnya memperoleh suku cadang oleh karena jenis dan merk pompa beraneka ragam dan masing-masing dalam jumlah yang kecil di pasaran. Sedangkan hambatan ekonomi menyangkut tidak tersedianya dana untuk perbaikan dikarenakan nilai sewa pompa air terlalu rendah dibandingkan dengan biaya operasi. Hambatan lain menyangkut tersedianya debet sumber air untuk pompa yang menurun pada musim kemarau, Hampir 80 persen dari jumlah pompa yang beroperasi di dua kabupaten contoh memakai saluran (sungai) pembuangan sebagai sumber air yang keadaan airnya pada musim kemarau kurang terjamin.
Hasil analisa usahatani, setelah petani memakai pompa air menunjuk-kan perubahan-perubahan sebagai berikut: (1) terjadi kenaikan intensitas tanam sebesar 100 persen, (2) terjadi kenaikan penggunaan pupuk dan obat-obatan per hektar masing-masing sebesar 51 dan 69 persen, (3) terjadi ke-naikan produksi padi per hektar per tahun sebesar 125 persen (tambahan produksi padi 4579 kg per hektar). Walaupun telah terjadi kenaikan biaya produksi, tetapi oleh karena diimbangi oleh adanya kenaikan produktivitas dan intensitas tanam, maka total pendapatan bersih petani setahun telah meningkat sebesar 216 persen (dari Rp 53.000, menjadi Rp 170.000,-). Faktor share untuk sarana produksi (pupuk, obat-obatan, sewa pompa dan bibit) dan untuk managemen naik baik secara absolut maupun relatif. Di samping operator (umumnya juga sebagai pemilik tanah) juga buruh tani masing-masing memperoleh penerimaan hasil produksi lebih besar dibandingkan penerimaan untuk sarana produksi.
Pada tingkat usaha dan keadaan harga-harga pada tahun 1979 usaha pompa air tidak menguntungkan. Hal ini ditandai dengan nilai B/C ratio pada tingkat bunga 12 persen per tahun ada di bawah satu; Nilai Net Present Value (NPV) pada tingkat bunga 12 persen per tahun negatif dan nilai Internal Rate of Return (IRR) berada di bawah satu persen. Mengingat suku bunga kredit Bank untuk sektor pertanian tidak kurang dari 12 persen per tahu, maka andaikan usaha pompa air dibebaskan dari pembayaran bunga, pengusaha pompa air tidak akan mampu mengembalikan modal pertamanya pada akhir pemakaiannya secara tehnis.
Collections
- MT - Economic and Management [3227]


