Pendugaan Fungsi Produksi Padi Unggul untuk Beberapa Kabupaten di Jawa Tengah
Date
1977Author
Surbakti, Pajung
Barizi
Nasoetion, Andi Hakim
Sajogyo
Metadata
Show full item recordAbstract
Peningkatan pendapatan petani melalui peningkatan produksi padi dengan jalan memperluas tanaman, menambah buruh dan modal sudah sulit dilaksanakan, karena di pihak petani faktor-faktor produksi tersebut hanya tersedia dalam jumlah yang terbatas. Cara yang masih terbuka ialah dengan teknologi pertanian serta penggunaan faktor produksi yang optimum.
Penelitian ini bertujuan untuk menduga suatu hubungan fungsi antara produksi padi unggul dengan faktor-faktor produksinya, suatu fungsi yang diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam usaha mencari kombinasi faktor produksi dalam pertanian padi unggul yang menguntungkan petani.
Data penampang lintang dari tujuh kabupaten yaitu Tegal, Brebes, Pekalongan, Magelang, Banyumas, Banjar-negara, dan Klaten digunakan untuk menduga dua macam fungsi produksi: (a) produksi yang ditentukan oleh faktor produksi dalam takaran luas satu hektar, (b) pro-duksi sebagai fungsi dari luas tanam, buruh, dan modal. Kabupaten dianggap mempunyai fungsi yang khas sedangkan satuan penelitian merupakan bidang-bidang tanah usahatani yang ditanami padi unggul dan dipanen pada bulan yang sama. Fungsi produksi yang pertama menggunakan tujuh perubah bobas, yaitu pupuk, pestisida, biaya pengairan, benih, tenaga hewan, buruh panen, dan buruh, sedangkan pada fungsi kedua perubah modal merupakan jumlah biaya bagi pupuk, pestisida, air, benih, tonaga hewan, dan perbaikan tanah dan alat-alat pertanian. Enam perubah boneka ditambahkan pada masing-masing fungsi untuk memisahkan keragaman yang disebabkan per-bedaan musim panen, luas tanam, dan jenis intensifikasi.
Nilai dugaan parameter-parameter fungsi produksi model linear monduga keproduktifan marginal masing-masing faktor produksi sedangkan parameter-parameter model logaritme ganda menduga keelastisan produksi masing-masing faktor. Fungsi hasil dugaan dengan menggunakan perubah transformasi (atas dasar luas satu hektar) ternyata menghasilkan R² antara 0.2 dan 0.3 di kabupaten Banyumas dan Banjarnegara, sedangkan di lima kabupaten lainnya sebesar 0.5 atau lebih. Di samping itu elastisitas produksi dari porubah-perubah ponting seperti pestisida dan pupuk nyata hanya di beberapa kabupaten saja. Elastisitas pupuk adalah 0.3 di Brebes dan Klaten sedangkan di Magelang adalah 0.72. Elasti-sitas pestisida sebesar 1.47 dan 1.34 di Pekalongan dan Magelang. Di tempat lain tidak nyata malahan di Klaten dan Brebos olastisitas tersebut bornilai negatif sebesar 0.41 dan -0.56. ...

