Show simple item record

dc.contributor.authorSuhono, Suryo
dc.date.accessioned2010-05-11T04:15:30Z
dc.date.available2010-05-11T04:15:30Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/18747
dc.description.abstractPopulasi badak jawa tersebar di sernenanjung Ujung Kulon. akan tetapi tidak semua ruang pada Iiabitatnya diperguoakan secara meraia. I'eriyebaran badak jawa terkoosentrasi antara lain di daerah Citadalian. Cikeusik. Cibandawoh, Badak jawa dan banteng di Taman Nasional Ujung Kulon hidup secara simpatrik. Tcrdapat adanya tumpang tindih dalam penggunaan habitat dari kchiasaan niakan. sat ini populasi banteng di ujung kulon meningkat dengan pesat terutama banteng yang hidup di dalm hutan. Hasil sensus terpadu flora dan fauna menyebutkan populasi banteng di Ujung Kulon pads angka 905 ekor(Muntasib ei al., 1997). Penelitian ini bertujuan untuk megetahui penggunaan ruang oleh badak jawa dan banteng di daerah Citadahan dan Cikeusik. Hasil penelitian ini diliarapkan dapat menjadi masukan dalam perigelolaari populasi badak jawa di Ujung Kulon.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleStudi PenggunaAN Daerah Citadahan dan Cikeusik, Taman Nasional Ujung Kulon Oleh Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus, Desmarest 1822) dan Banteng (Bas Javanicus, d'Alton 1832)id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record