Pengaruh Dukungan Keluarga, Lingkungan Sekolah, Interaksi Teman Sebaya, dan Strategi Koping terhadap Kualitas Hidup Remaja di Sekolah Kedinasan
Date
2026Jenis/Type
DisertasiSubtype
DissertationsAuthor
Kumoro, Retno
Herawati, Tin
Sumarwan, Ujang
Muflikhati, Istiqlaliyah
Metadata
Show full item recordAbstract
RETNO KUMORO. Pengaruh Dukungan Keluarga, Lingkungan Sekolah, Interaksi Teman Sebaya, dan Strategi Koping terhadap Kualitas Hidup Remaja di Sekolah Kedinasan. Dibimbing oleh TIN HERAWATI, UJANG SUMARWAN, ISTIQLALIYAH MUFLIKHATI.
Remaja merupakan aset strategis bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 karena akan menjadi pilar utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul di masa depan. Oleh karena itu, kualitas hidup remaja menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Remaja yang berada di lingkungan pendidikan berasrama, seperti di Sekolah Kedinasan, menghadapi tekanan yang lebih kompleks berupa tuntutan akademik, ketahanan fisik, serta adaptasi terhadap budaya dan norma baru di asrama. Penelitian ini bertujuan 1) menganalisis karakteristik responden, dukungan keluarga, lingkungan sekolah, interaksi teman sebaya, strategi koping, dan kualitas hidup remaja di Sekolah Kedinasan; 2) menganalisis hubungan dukungan keluarga, lingkungan sekolah, interaksi teman sebaya, strategi koping, dengan kualitas hidup remaja di Sekolah Kedinasan; 3) menganalisis perbedaan dukungan keluarga, lingkungan sekolah, interaksi teman sebaya, strategi koping, dan kualitas hidup pada remaja laki-laki dan perempuan di Sekolah Kedinasan; 4) menganalisis pengaruh dukungan keluarga, lingkungan sekolah, interaksi teman sebaya, strategi koping, terhadap kualitas hidup remaja di Sekolah Kedinasan; dan 5) merumuskan rekomendasi kebijakan peningkatan kualitas hidup remaja di Sekolah Kedinasan.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif jenis eksplanatori dan bersifat cross-sectional, yang dilakukan di salah satu Sekolah Kedinasan yang berlokasi di Bekasi, di bawah Kementerian Perhubungan. Pengambilan data dilakukan pada bulan April 2025. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang berada di Tingkat I dan II. Pengambilan contoh pada penelitian ini adalah remaja yang berada di tingkat I dan II, berusia 18 sampai 21 tahun, dan memiliki orang tua lengkap. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik stratified non proportional. Sebanyak 331 remaja terpilih sebagai contoh yang terdiri dari 185 taruna dan 146 taruni dengan 20 responden dilakukan wawancara mendalam (in-depth interview). Penelitian lolos kaji etik di Komisi Etik Manusia Institut Pertanian Bogor dengan Nomor: 1705/IT3.KEPMSM-IPB/SK/2025.
Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Instrumen penelitian yang digunakan: 1) kualitas hidup remaja, diukur menggunakan modifikasi dari WHOQOL-BREF (WHO, 2004) berdasarkan kerangka Quality of Life Research Unit, University of Toronto (2003), dengan Cronbach’s alpha = 0,921; 2) dukungan keluarga, diukur menggunakan Perceived Social Support–Family Scale (Procidano & Heller, 1983) dengan Cronbach’s alpha = 0,956; 3) lingkungan sekolah, diukur dengan School Environment Inventory (Stern, 1974) dengan Cronbach’s alpha = 0,710; 4) interaksi teman sebaya, diukur menggunakan Friendship Qualities Scale (Bukowski et al., 1994) dengan Cronbach’s alpha = 0,932; 5) strategi koping, diukur dengan Ways of Coping Questionnaire (Folkman et al., 1986) dengan Cronbach’s alpha = 0,787. Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu editing, coding, entry, dan scoring, kemudian pengolahan dan analisis data menggunakan Microsoft Excel, Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 25.0 untuk analisis deskriptif dan analisis inferensia (uji Independent Samples t-test dan Pearson Correlation) serta Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) untuk analisis uji pengaruh antar variabel.
Hasil uji beda menunjukkan perbedaan signifikan antara remaja laki-laki dan perempuan pada beberapa aspek, yaitu dukungan keluarga (dimensi emosional, penghargaan, dan informasi), lingkungan sekolah (dimensi sosial dan budaya), interaksi teman sebaya (dimensi persahabatan), strategi koping fokus masalah, serta kualitas hidup remaja (dimensi being, belonging, dan becoming). Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson, terdapat hubungan positif signifikan antara dimensi dukungan keluarga, lingkungan sekolah, interaksi teman sebaya, dan strategi koping dengan kualitas hidup remaja. Dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan informasi, dan dukungan instrumental menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan kualitas hidup remaja. Selain itu, lingkungan fisik, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya juga memiliki hubungan positif dengan kualitas hidup remaja. Namun, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konflik dengan kualitas hidup remaja. Faktor-faktor lain seperti persahabatan, bantuan, keamanan, strategi koping fokus masalah, dan strategi koping fokus emosi juga berhubungan positif dengan kualitas hidup remaja.
Kualitas hidup remaja keseluruhan responden menunjukkan responden laki-laki dan perempuan dipengaruhi secara langsung oleh dukungan keluarga, lingkungan sekolah dan strategi koping, artinya semakin tinggi dukungan dari keluarga, semakin tinggi lingkungan sekolah dan semakin tinggi strategi koping yang dilakukan remaja akan meningkatkan kualitas hidup remaja. Pengaruh langsung antar variabel menunjukkan bahwa dukungan keluarga berpengaruh positif terhadap interaksi teman sebaya dan strategi koping. Selain itu, interaksi teman sebaya berpengaruh positif terhadap strategi koping, sedangkan lingkungan sekolah berpengaruh positif terhadap interaksi teman sebaya dan strategi koping. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa interaksi teman sebaya berpengaruh tidak langsung terhadap kualitas hidup remaja melalui strategi koping.
Rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan kualitas hidup remaja di Sekolah Kedinasan berfokus pada peningkatan: lingkungan sekolah, dukungan keluarga, dan strategi koping, melalui beberapa program antara lain pembentukan forum komunitas orang tua, revitalisasi fasilitas fisik sekolah, pengembangan sistem mentoring dan peer support, dan penerapan sistem pelaporan perundungan.
Collections
- DF - Human Ecology [664]

