Show simple item record

dc.contributor.advisorHakim, Dedi Budiman
dc.contributor.advisorSahara
dc.contributor.advisorRifin, Amzul
dc.contributor.authorAmalia, Dwi Nurul
dc.date.accessioned2026-10-29T00:30:45Z
dc.date.available2026-10-29T00:30:45Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180208
dc.description.abstractPenelitian mengenai perdagangan minyak sawit telah menggunakan berbagai pendekatan untuk menjelaskan permintaan, posisi pasar, daya saing, kebijakan perdagangan, dan kekuatan pasar. Pendekatan sistem permintaan digunakan untuk mengidentifikasi respons permintaan terhadap perubahan harga dan pengeluaran, sedangkan pendekatan daya saing digunakan untuk mengevaluasi posisi ekspor suatu negara dibandingkan negara pesaing. Kajian kebijakan perdagangan lebih banyak menelaah pengaruh pajak atau bea keluar dan pembatasan perdagangan terhadap ekspor serta industri minyak sawit. Sejumlah penelitian lainnya menggunakan pendekatan ekonometrik untuk mengidentifikasi kekuatan pasar eksportir melalui Residual Demand Elasticity (RDE). Keragaman pendekatan tersebut menunjukkan bahwa perdagangan minyak sawit dapat dikaji dari sisi respons permintaan, posisi kompetitif, kebijakan perdagangan, maupun perilaku pasar
dc.description.abstractKerangka pemikiran teoritis penelitian ini dibangun berdasarkan teori perdagangan internasional, permintaan impor, struktur pasar, market power, elastisitas permintaan residual, dan kebijakan perdagangan. Teori perdagangan internasional menjelaskan terbentuknya arus perdagangan melalui perbedaan kondisi penawaran, permintaan, harga, dan keunggulan relatif antarnegara. Teori permintaan impor menjelaskan respons negara importir terhadap perubahan harga dan kondisi ekonomi, sedangkan teori market power menjelaskan kemampuan eksportir memengaruhi harga dalam pasar tujuan. Konsep elastisitas permintaan residual digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan pasar eksportir setelah mempertimbangkan permintaan pasar dan respons pemasok pesaing. Kebijakan perdagangan menjadi bagian penting karena perubahan hambatan perdagangan dapat memengaruhi volume ekspor, kondisi persaingan, dan permintaan residual yang dihadapi eksportir.
dc.description.sponsorshipLPDP
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleMarket Power Ekspor Minyak Sawit Indonesia di Pasar Importir Utamaid
dc.title.alternativeIndonesia's Palm Oil Export Market Power in Major Importer Markets
dc.typeDisertasi
dc.subject.keywordmarket powerid
dc.subject.keywordemulsi minyak sawitid
dc.subject.keywordpembatasan eksporid
dc.subject.keywordresidual demand estimationid
dc.subtypeDissertations


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record