IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Forestry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Forestry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Model Penentuan Areal Prioritas Konservasi Habitat Julang Emas (Rhyticeros undulatus) di Pulau Jawa

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (997.9Kb)
      Fulltext (4.325Mb)
      Date
      2026
      Author
      Pratama, Marshal Abdee
      Prasetyo, Lilik Budi
      Mulyani, Yeni Aryati
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Julang emas (Rhyticeros undulatus) merupakan spesies rangkong berstatus rentan (Vulnerable) dalam IUCN Red List yang populasinya di Pulau Jawa terus mendapat tekanan akibat fragmentasi hutan dan kepadatan penduduk yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menentukan kawasan prioritas konservasi habitat julang emas di Pulau Jawa melalui integrasi model kesesuaian habitat Random Forest (RF) dan model kualitas habitat InVEST Habitat Quality (HQ). Model RF dibangun menggunakan 270 titik kehadiran dan 270 titik pseudo-absence dengan variabel fragmentasi lanskap, jarak antropogenik, jarak sumber daya, serta variabel topografi dan klimatik. Model tersebut menghasilkan kinerja yang tinggi dan menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan dengan model MaxEnt dan GLM, dengan Mean Patch Size dan Class Area sebagai variabel yang paling berpengaruh. Habitat yang tergolong sesuai hingga sangat sesuai hanya mencakup 19,49% dari total daratan Jawa. Parameter InVEST HQ diturunkan secara empiris dari hasil RF dan menunjukkan bahwa 83,23% wilayah tergolong berkualitas rendah hingga sangat rendah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan antropogenik berpotensi menurunkan fungsi habitat hingga melampaui tapak fisik gangguannya. Integrasi kedua model melalui perkalian konjungtif (CP = HS × HQ) dan klasifikasi Jenks Natural Breaks menghasilkan kawasan prioritas tinggi hingga habitat inti yang hanya mencakup 6,98% dari total daratan Jawa dan terkonsentrasi pada sisa hutan pegunungan, seperti Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Gunung Ungaran, dan Meru Betiri. Temuan ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan kesesuaian ekologis dan tingkat degradasi habitat dalam perencanaan konservasi julang emas serta merekomendasikan perlindungan dan peningkatan konektivitas hamparan hutan yang luas sebagai prioritas utama.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180195
      Collections
      • MF - Forestry [1611]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository