IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Professional Master
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Professional Master
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Determinan Intensi dan Perilaku Pemanfaatan Tabungan Emas Bank Syariah Indonesia pada Pelaku Usaha Mikro Area Jakarta Kebon Jeruk: Pendekatan Extended Theory of Planned Behavior

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (598.5Kb)
      Fulltext (1.841Mb)
      Lampiran (262.7Kb)
      Date
      2026
      Author
      Setiawan, Lukman
      Sulaeman, Ahmad
      Warcito
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Usaha mikro memiliki peran strategis dalam perekonomian, tetapi karakteristik arus kas yang relatif terbatas dan kebutuhan modal kerja yang tinggi menuntut pelaku usaha mengelola sumber daya keuangan secara hati-hati. Dana yang tersedia setelah kebutuhan operasional dan modal kerja terpenuhi dapat dialokasikan secara bertahap untuk pembentukan aset. Emas menjadi salah satu alternatif karena memiliki karakteristik sebagai penyimpan nilai (store of value), relatif likuid, dan dapat diakumulasi sesuai kemampuan finansial. BSI menyediakan Tabungan Emas melalui layanan digital yang memungkinkan nasabah melakukan pembelian emas secara bertahap. Ketersediaan dan kemudahan akses produk tersebut belum selalu diikuti oleh pemanfaatan yang aktif dan berkelanjutan pada pelaku usaha mikro. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan pemanfaatan Tabungan Emas BSI pada pelaku usaha mikro di Area Jakarta Kebon Jeruk dengan mengembangkan Theory of Planned Behavior (TPB). Model penelitian menempatkan literasi keuangan sebagai background factor kognitif yang memengaruhi attitude, subjective norm, dan perceived behavioral control (PBC), yang selanjutnya membentuk intention. Likuiditas usaha diposisikan sebagai kondisi finansial kontekstual yang berhubungan langsung dengan actual behavior. Pengembangan model tersebut digunakan untuk menjelaskan proses pembentukan niat dan realisasinya menjadi perilaku aktual, termasuk kemungkinan terjadinya intention–behavior gap ketika pelaku usaha harus memprioritaskan sumber daya finansial untuk kebutuhan modal kerja dan operasional usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan populasi sebanyak 2.827 nasabah pembiayaan mikro aktif BSI Area Jakarta Kebon Jeruk. Sampel penelitian berjumlah 185 responden yang dipilih menggunakan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang terdiri atas 25 indikator reflektif dengan skala Likert empat tingkat untuk mengukur tujuh konstruk, yaitu attitude, subjective norm, perceived behavioral control, literasi keuangan, intention, actual behavior, dan likuiditas usaha. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. FGD dengan pihak internal BSI digunakan sebagai teknik pendukung untuk memberikan informasi kontekstual dalam menerjemahkan hasil kuantitatif menjadi implikasi manajerial. Hasil evaluasi model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh konstruk memenuhi persyaratan reliabilitas dan validitas, dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,851–0,939, Composite Reliability sebesar 0,910–0,961, dan AVE sebesar 0,723–0,892. Evaluasi model struktural menunjukkan bahwa literasi keuangan mampu menjelaskan 19,5% variasi attitude, 31,6% variasi subjective norm, dan 38,8% variasi PBC. Attitude, subjective norm, dan PBC secara bersama-sama mampu menjelaskan 72,3% variasi intention, sedangkan intention dan likuiditas usaha mampu menjelaskan 69,3% variasi actual behavior. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model memiliki daya jelas yang relatif lebih besar pada intention dan actual behavior dibandingkan pada konstruk attitude, subjective norm, dan PBC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh delapan hipotesis penelitian didukung. Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap attitude (ß = 0,442), subjective norm (ß = 0,562), dan PBC (ß = 0,623), sedangkan attitude (ß = 0,305), subjective norm (ß = 0,337), dan PBC (ß = 0,300) berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention. Hubungan terbesar literasi keuangan terdapat pada PBC, sedangkan subjective norm memiliki koefisien jalur relatif terbesar terhadap intention. Pada tahap realisasi perilaku, intention berpengaruh positif dan signifikan terhadap actual behavior (ß = 0,684; f² = 1,025), sedangkan likuiditas usaha juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap actual behavior (ß = 0,224; f² = 0,110). Nilai rata-rata actual behavior sebesar 3,00 yang lebih rendah dibandingkan intention sebesar 3,21 secara deskriptif mengindikasikan adanya intention–behavior gap, tetapi tidak menunjukkan perbedaan secara statistik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa niat berperan penting dalam realisasi perilaku, sedangkan kondisi likuiditas usaha turut berkaitan dengan kemampuan nasabah merealisasikan niat setelah mempertimbangkan kebutuhan modal kerja dan operasional usaha. Implikasi penelitian diarahkan pada penguatan kapasitas pengelolaan keuangan pelaku usaha mikro melalui tiga horizon strategi. Strategi jangka pendek diarahkan pada pembinaan nasabah (customer nurturing) melalui penguatan literasi keuangan dan pemetaan likuiditas usaha. Strategi jangka menengah diarahkan pada standardisasi pembinaan keuangan, pengelolaan segmen berdasarkan kebutuhan dan kondisi usaha, serta pemanfaatan teknologi sebagai pendukung proses pembinaan. Strategi jangka panjang diarahkan pada pelembagaan budaya pendampingan, penguatan kompetensi SDM, dan komunikasi edukatif berbasis komunitas IKM. Perspektif Pengembangan Industri Kecil Menengah menempatkan Tabungan Emas BSI bukan sebagai pengganti modal kerja, tetapi sebagai salah satu alternatif pembentukan aset apabila terdapat ruang finansial setelah kebutuhan modal kerja, kewajiban jangka pendek, dan kebutuhan operasional usaha terpenuhi. Kontribusi penelitian terletak pada penguatan pemahaman mengenai keterkaitan literasi keuangan, mekanisme psikologis, dan kondisi finansial dalam mendukung kapasitas pengelolaan sumber daya keuangan pelaku usaha mikro.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180138
      Collections
      • MF - Professional Master [927]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository