Show simple item record

dc.contributor.advisorBudiarto, Tri
dc.contributor.advisorWiraguna, Edi
dc.contributor.authorAgnia, Arba Wildan
dc.date.accessioned2026-10-17T00:51:22Z
dc.date.available2026-10-17T00:51:22Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180128
dc.description.abstractSektor hortikultura menghasilkan limbah sayuran dalam jumlah besar, namun pengelolaannya di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, masih belum optimal. Kegiatan yang umumnya petani lakukan mengenai limbah dibiarkan menumpuk, dibakar, atau dibuang ke sungai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan limbah sayuran serta mendeskripsikan faktor perilaku dan non perilaku petani dalam pengolahannya. Penelitian menggunakan mix methods dengan 23 petani yang dipilih menjadi responden melalui sensus dan 5 informan kunci. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah sayuran mengalami akumulasi karena perilaku dan non perilaku. Mayoritas petani memiliki pengetahuan pada kategori cukup dan sikap pada kategori tinggi, menunjukkan adanya kesadaran serta penerimaan terhadap pengolahan limbah. Namun, keterbatasan pengetahuan teknis serta sarana dan prasarana, seperti lahan pengolahan, rumah kompos, alat pencacah, dan bahan fermentasi, menjadi kendala utama dalam penerapan pengolahan limbah secara optimal dan berkelanjutan.
dc.description.abstractThe horticultural sector generates large amounts of vegetable waste; however, its management in Ciputri Village, Pacet Subdistrict, Cianjur Regency, remains suboptimal. Farmers commonly leave vegetable waste to accumulate, burn it, or dispose of it in rivers. This study aimed to identify vegetable waste management problems and describe the behavioral and non-behavioral factors influencing farmers’ waste processing practices. The study employed a mixed-methods approach involving 23 farmers selected through a census and five key informants. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires, then analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods. The results indicated that vegetable waste accumulated due to behavioral and non-behavioral factors. Most farmers had a moderate level of knowledge and a high level of attitude toward vegetable waste processing, indicating awareness of and acceptance toward waste management practices. However, limited technical knowledge and inadequate facilities and infrastructure, including processing land, composting facilities, shredding equipment, and fermentation materials, remained the main obstacles to implementing effective and sustainable vegetable waste processing.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleGambaran Perilaku dan Non Perilaku Petani di Desa Ciputri Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur dalam Pengolahan Limbah Sayuranid
dc.title.alternativeAn Overview of Farmers’ Behavioral and Non Behavioral Factors in Vegetable Waste Processing in Ciputri Village, Pacet District, Cianjur Regency
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordhortikulturaid
dc.subject.keywordLimbah sayuranid
dc.subject.keywordperilaku petaniid
dc.subject.keywordnon perilakuid
dc.subject.keywordpupuk komposid
dc.subject.keywordcompost fertilizerid
dc.subject.keywordfarmer behaviorid
dc.subject.keywordhorticultureid
dc.subject.keywordnon-behavioral factorsid
dc.subject.keywordvegetable wasteid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record