ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADA EMPAT UNIT USAHA DI HISRA FARM
Date
2026Author
HISRA, ELCHINO FAJAR
Nurulhaq, Muhammad Iqbal
Bintoro, H.M.H
Metadata
Show full item recordAbstract
ELCHINO FAJAR HISRA. Analisis Kelayakan Usahatani pada Empat Unit Usaha di Hisra Farm. Dibimbing oleh MUHAMMAD IQBAL NURULHAQ.
Hisra Farm mengelola empat unit usaha, yaitu itik petelur, pembesaran ikan nila, hidroponik Nutrient Film Technique (NFT), dan tanaman hias Aglonema. Diversifikasi tersebut belum tentu menunjukkan seluruh unit layak secara finansial. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya, penerimaan, dan pendapatan; menilai kelayakan berdasarkan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Break Even Point (BEP), dan Return on Investment (ROI); serta membandingkan kinerja finansial keempat unit usaha. Penelitian dilaksanakan di Hisra Farm, Desa Pulau Terap, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau, dengan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu diolah menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan hidroponik NFT, pembesaran ikan nila, dan Aglonema layak dijalankan, sedangkan usaha itik belum layak. Hidroponik NFT memiliki kinerja terbaik dengan R/C Ratio 1,22 dan ROI 53,40%. Ikan nila memperoleh R/C Ratio 1,07 dan ROI 41,00%, sedangkan Aglonema memperoleh R/C Ratio 1,05 dan ROI 4,51%. Usaha itik memperoleh R/C Ratio 0,74 dan ROI -113,51% karena penerimaan belum menutup biaya produksi. Tiga unit yang layak telah berada di atas BEP, sedangkan usaha itik belum mencapai BEP. Hidroponik NFT menjadi prioritas pengembangan, ikan nila dan Aglonema dapat dikembangkan secara bertahap, dan usaha itik perlu dievaluasi.
Kata kunci: Hisra Farm, hidroponik NFT, kelayakan usahatani, R/C Ratio, ROI

