| dc.contributor.advisor | Ritonga, Arya Widura | |
| dc.contributor.advisor | Wahyuni | |
| dc.contributor.author | Indrayani, Sri | |
| dc.date.accessioned | 2026-10-14T02:59:21Z | |
| dc.date.available | 2026-10-14T02:59:21Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180105 | |
| dc.description.abstract | Jagung pulut dan jagung manis merupakan produk pertanian yang memiliki
nilai konsumsi dan ekonomi tinggi. Jagung pulut disukai karena teksturnya pulen,
sedangkan jagung manis diminati karena rasa manis dan tekstur lembut.
Penggabungan kedua karakter tersebut diperlukan untuk menghasilkan hibrida
jagung pulut-manis yang memiliki daya hasil tinggi dan kualitas konsumsi baik.
Penelitian ini bertujuan: (1) memperoleh informasi galur jagung manis yang
membawa gen wxwx, (2) memperoleh informasi jarak genetik tetua jagung pulutmanis berdasarkan morfologi kernel, biokimia, marka molekuler, dan (3)
mengevaluasi hibrida jagung pulut-manis antara jarak genetik jauh (antar klaster)
dengan jarak genetik dekat (dalam klaster).
Penelitian ini terdiri atas tiga percobaan. Percobaan pertama adalah
identifikasi jagung manis pembawa gen wxwx dengan analisis keragaman dan
analisis persilangan. Percobaan kedua adalah prediksi hibrida jagung pulut-manis
berdasarkan karakter morfologi kernel, biokimia dan marka molekuler. Percobaan
ketiga adalah verifikasi hibrida jagung pulut manis.
Percobaan pertama menunjukkan bahwa hasil analisis klaster berdasarkan
karakter kualitatif dan kuantitatif tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk
mendeteksi keberadaan gen wxwx. Berdasarkan hasil ini, genotipe pembawa gen
tersebut tetap terkelompok bersama jagung manis yang tidak membawa gen waxy.
Hasil persilangan antara jagung pulut (P1 – P3) dan jagung manis (P4 – P17)
menunjukkan dua ekspresi fenotipe berbeda, yaitu pulut dan pipil. Persilangan
antara jagung pulut dengan jagung manis P4 dan P5 menghasilkan fenotipe biji
pulut sedangkan persilangan antara jagung pulut dengan jagung manis (P6 – P17)
menghasilkan fenotipe biji pipil. Metode persilangan yang memanfaatkan
metaxenia dapat digunakan sebagai metode seleksi fenotipik untuk
mengidentifikasi galur jagung manis pembawa gen wxwx.
Percobaan kedua menunjukkan bahwa analisis klaster terhadap tujuh galur
jagung pulut dan jagung manis menggunakan data gabungan yang mencakup
karakter morfologi kernel, biokimia, dan marka molekuler RAPD menghasilkan
dua kelompok utama. Pengelompokan ini menunjukkan adanya perbedaan genetik
antar galur yang terlihat dari jarak genetiknya.
Percobaan ketiga menunjukkan bahwa hibrida yang berasal dari persilangan
antar klaster menunjukkan potensi hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan
hibrida yang berasal dari dalam klaster yang sama. Hibrida JPM 1.2P3 × JPS
13.6.1K.1 menunjukkan performa lebih baik pada beberapa karakter hasil dan
berpotensi dikembangkan sebagai kandidat hibrida jagung pulut-manis. | |
| dc.description.sponsorship | Direktorat Jendral Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Rumah Program Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Identifikasi Jagung Manis Pembawa Gen wxwx dan Prediksi Tetua Hibrida Jagung Pulut Manis Berdasarkan Jarak Genetik | id |
| dc.title.alternative | Identification of Sweet Corn Carrying the wxwx Gene and Prediction of Sweet Waxy Corn Hybrid Parental Lines Based on Genetic Distance | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | Analisis Klaster | id |
| dc.subject.keyword | gen wxwx | id |
| dc.subject.keyword | jagung pulut-manis | id |
| dc.subject.keyword | keragaman genetik | id |
| dc.subject.keyword | performa hibrida | id |
| dc.subtype | Theses | |