| dc.description.abstract | Perubahan habitat dan tekanan antropogenik dapat memengaruhi keberadaan serta pola aktivitas mamalia Artiodactyla di Hutan Lindung Batutegi. Penelitian ini bertujuan menganalisis ritme aktivitas harian, distribusi spasial, faktor lingkungan yang memengaruhi kesesuaian habitat, serta menyusun rekomendasi pengelolaan. Data diperoleh dari 41 titik stasiun kamera jebakan tahun 2025 yang mencakup dua Resort pada lanskap Hutan Lindung Batutegi yaitu Way Sekampung dan Way Waya dan dianalisis menggunakan perangkat lunak R dan Maximum Entropy. Hasil menunjukkan bahwa rusa sambar dan kijang memiliki pola aktivitas krepuskular, sedangkan babi hutan cenderung diurnal. Model distribusi menghasilkan nilai AUC rata-rata 0,724 untuk rusa sambar, 0,737 untuk kijang, dan 0,738 untuk babi hutan. Kelerengan menjadi variabel paling dominan pada rusa sambar, sedangkan jarak dari sungai dominan pada kijang dan babi hutan. Habitat yang sesuai bagi ketiga spesies hanya seluas 390 ha, sehingga perlindungan habitat bersama perlu diprioritaskan melalui pemeliharaan tutupan hutan dan sumber air serta pengendalian gangguan antropogenik. | |