Pemanfaatan Limbah Cacahan Kertas Sisa Produksi PT Yudhistira Ghalia Indonesia Sebagai Media Resapan Kotoran Hewan
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
YUDHANANTA, FABIANO
Ratnawati, Beata
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengolahan limbah cacahan kertas menjadi cat litter organik merupakan solusi reduksi limbah industri sekaligus substitusi cat litter bentonit. Penelitian ini bertujuan memformulasi dan mengevaluasi kualitas cat litter berbasis kertas bekas PT Yudhistira Ghalia Indonesia dengan penambahan arang aktif dan xanthan gum. Tiga formulasi (R1, R2, R3) diuji berdasarkan sifat fisik, aplikasi in vivo pada kucing (Felis catus), dan kelayakan ekonomi (Cost Benefit Analysis). Hasil pengujian menunjukkan seluruh perlakuan memenuhi kriteria kadar air ideal (6,44%–6,63%). Perlakuan R2 (450 g cacahan kertas, 40 g arang aktif, dan 5 g xanthan gum) ditetapkan sebagai formulasi terbaik dengan kadar air terendah (6,44 ± 0,14%), daya serap air stabil (163,5 ± 2,12%), dan homogenitas pelet paling presisi (simpangan baku densitas kamba ±0,0014 g/mL). Pengujian in vivo menunjukkan penerimaan perilaku yang baik, efektivitas meredam bau amonia, dan pembentukan gumpalan yang memudahkan pembersihan. Secara finansial, R2 paling efisien dengan HPP Rp6.992/kg, keuntungan bersih Rp28.183.170/minggu, B/C Ratio 2,15, dan Payback Period 0,35 minggu. Penelitian ini berhasil menghasilkan produk cat litter organik berbasis limbah kertas yang ramah lingkungan, fungsional, dan layak secara ekonomis. Processing shredded paper waste into organic cat litter offers a solution for industrial waste reduction and an alternative to bentonite litter. This study aims to formulate and evaluate the quality of organic cat litter made from PT Yudhistira Ghalia Indonesia waste paper with activated carbon and xanthan gum. Three formulations (R1, R2, R3) were evaluated based on physical properties, in vivo application on cats (Felis catus), and financial feasibility (Cost Benefit Analysis). Results showed all treatments met ideal moisture standards (6.44%–6.63%). Treatment R2 (450 g shredded paper, 40 g activated carbon, 5 g xanthan gum) was selected as the best formulation, yielding the lowest moisture content (6.44 ± 0.14%), stable water absorption (163.5 ± 2.12%), and superior pellet homogeneity (bulk density standard deviation ±0.0014 g/mL). In vivo testing demonstrated good behavioral acceptance, effective ammonia odor suppression, and easy-to-scoop clumping performance. Financially, R2 was most efficient with a COGS of IDR 6,992/kg, net profit of IDR 28,183,170/week, B/C Ratio of 2.15, and Payback Period of 0.35 weeks. Overall, this research successfully produced an eco-friendly, functional, and economically.

