Perancangan Pemanenan Air Hujan untuk Sarana Cuci Tangan dan Wudu di PT Kilang Pertamina Internasional Unit VI Balongan
Date
2026Author
Arsyadipta, Nazmarru Magnapraya
Sulistijorini
Saputra, Septian Fauzi Dwi
Metadata
Show full item recordAbstract
Kebutuhan air non-potable untuk fasilitas cuci tangan dan keran wudu di kawasan industri migas masih bergantung pada pasokan air baku dari waduk. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi air hujan serta merancang sistem pemanenan air hujan mandiri dan mengevaluasi tingkat pemenuhan kebutuhan airnya pada sarana cuci tangan dan wudu di area luar Gedung Exor, salah satu gedung perkantoran di PT Kilang Pertamina Internasional Unit VI Balongan. Perancangan meliputi analisis curah hujan, debit limpasan, dimensi talang dan perpipaan, neraca air bulanan, serta unit filtrasi gravitasi sederhana. Luas atap tangkapan 540 m² menghasilkan potensi suplai air hujan yang dapat dipanen 763,19 m³/tahun, sedangkan kebutuhan air non-potable sebesar 130,50 m³/tahun selama 261 hari kerja. Kapasitas tangki 25 m³ ditentukan berdasarkan analisis periode kering kritis (dry-spell), mampu memenuhi 79,66% kebutuhan air tahunan, sedangkan kekurangan air (defisit) sebesar 26,54 m³/tahun pada Agustus–Oktober dipenuhi dari pasokan air baku waduk. Non-potable water demand for handwashing and wudu facilities in the oil and gas industry still relies on raw water supply from reservoirs. This study aims to analyze rainwater potential and to design a standalone rainwater harvesting system and evaluate its water demand fulfillment for the handwashing and ablution facilities located outside the Exor Building, an office building at PT Kilang Pertamina Internasional Unit VI Balongan. The design covered rainfall analysis, runoff discharge, gutter and piping dimensions, monthly water balance, and a simple gravity filtration unit. A 540 m² roof catchment generates a potential rainwater supply of 763.19 m³/year, while non-potable water demand reaches 130.50 m³/year over 261 working days. A 25 m³ tank capacity, determined from a critical dry-spell analysis, meets 79.66% of annual demand, while the water shortage (deficit) of 26.54 m³/year in August–October is met by the existing reservoir raw water supply.

