Penguatan Kapasitas Kelompok Wanita Doa Ibu dalam Pembuatan Bokashi melalui Pendampingan di Desa Tajurhalang.
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Wulandari, Aprillia Viola
Budiarto, Tri
Pratama, Agief Julio
Metadata
Show full item recordAbstract
Kelompok Wanita Tani (KWT) Doa Ibu di Desa Tajurhalang memiliki
keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan limbah ternak sapi
sebagai bahan pembuatan bokashi, sehingga diperlukan kegiatan pendampingan
yang bersifat edukatif dan aplikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan
tahapan pelaksanaan pendampingan pembuatan bokashi, menganalisis tingkat
pengetahuan, keterampilan, dan minat anggota KWT Doa Ibu, serta mengevaluasi
efektivitas pendampingan dalam meningkatkan kapasitas anggota kelompok.
Penelitian dilaksanakan di Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten
Bogor, dengan melibatkan 10 anggota aktif KWT Doa Ibu sebagai responden dan
4 informan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung data
kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, pre-test
dan post-test, serta daftar checklist dan kuesioner. Data dianalisis secara naratif
deskriptif dan statistik deskriptif untuk menggambarkan proses pendampingan dan
perubahan pengetahuan, keterampilan, serta minat peserta. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta mengalami peningkatan, yaitu
dari 80% kategori rendah dan 20% kategori cukup pada pre-test menjadi 80%
kategori baik dan 20% kategori cukup pada post-test. Keterampilan peserta dalam
praktik pembuatan bokashi mencapai 100% dengan kategori baik, sedangkan
tingkat minat memperoleh nilai rata-rata 73% dengan kategori sangat berminat.
Hasil wawancara dan dokumentasi juga menunjukkan bahwa peserta mampu
mengikuti tahapan pembuatan bokashi secara mandiri serta memiliki ketertarikan
untuk menerapkan kembali pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh. Dengan
demikian, pendampingan pembuatan bokashi dapat mendukung penguatan
kapasitas KWT Doa Ibu melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan minat
dalam pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi bokashi. The Doa Ibu Women's Farmer Group (KWT) in Tajurhalang Village has
limited knowledge and skills in using cow manure waste to make bokashi, so
educational and practical guidance is needed. This study aims to describe the stages
of providing guidance in making bokashi, analyze the level of knowledge, skills,
and interest of KWT Doa Ibu members, and evaluate the effectiveness of the
guidance in improving the group's members' capacity. The study was conducted in
Tajurhalang Village, Cijeruk District, Bogor Regency, involving 10 active KWT
Doa Ibu members as respondents and 4 informants. The research used a qualitative
approach supported by quantitative data. Data was collected through observation,
interviews, documentation, pre-tests and post-tests, as well as checklists and
questionnaires. The data were analyzed using descriptive narrative and descriptive
statistics to illustrate the mentoring process and changes in participants' knowledge,
skills, and interests. The results showed that participants' knowledge levels
increased, from 80% in the low category and 20% in the moderate category in the
pre-test to 80% in the good category and 20% in the moderate category in the post
test. Participants' skills in practicing bokashi making reached 100% in the good
category, while their interest level had an average score of 73%, categorized as very
interested. Interview and documentation results also showed that participants were
able to follow the bokashi-making steps independently and were interested in
reapplying the knowledge and skills they gained. Therefore, bokashi-making
mentoring can help strengthen the capacity of KWT Doa Ibu by improving
knowledge, skills, and interest in utilizing cow manure waste into bokashi.

