Show simple item record

dc.contributor.advisorNawawi, Deded Sarip
dc.contributor.advisorPrayogo, Yanico Hadi
dc.contributor.advisorIsmayati, Maya
dc.contributor.authorSusanti, Yuniar Duwi
dc.date.accessioned2026-10-01T12:02:35Z
dc.date.available2026-10-01T12:02:35Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180043
dc.description.abstractInovasi dalam bidang pewarna alami dan lapisan tekstil fungsional menunjukkan potensi yang besar. Tekstil fungsional berkaitan dengan penggunaan pewarna untuk estetika. Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) mengandung brazilein yang menghasilkan warna merah, sedangkan daun nila (Indigofera tinctoria L.) mengandung indikan menghasilkan warna biru. Kombinasi antara zat warna alami secang dan indigo dapat menghasilkan warna ungu. Pewarna alami memiliki sifat antimikroba, antioksidan, dan perlindungan terhadap UV sehingga dapat meningkatkan nilai guna kain. Selain itu, tuntutan tekstil fungsional mendorong inovasi teknologi pelapisan permukaan kain dengan carbon dots. Carbon dots dengan doping nitrogen (N-CDs) yang disintetis kemudian kombinasikan menggunakan candellia wax untuk menambahkan sifat hidrofobik yang dapat diaplikasikan menjadi wrapped makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pewarna alami yang berasal dari kayu secang dan daun nila yang dikombinasikan dengan lapisan N-CDs serta candellia wax untuk menghasilkan kain fungsional. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu persiapan bahan baku, ekstraksi kayu secang dan daun nila, aplikasi tawas dan pewarna, pembuatan N-CDs, pelapisan N-CDs dan candellia wax, uji karakterisasi, serta analisis data. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan penyerapan pewarna ungu dengan ketahanan warna yang baik. N-CDs berhasil disintesis dengan ukuran 10 13 nm. Hasil spektroskopi transformasi fourier inframerah dan difraksi sinar-X menunjukkan adanya situs karbon dalam N-CDs serta kelimpahan gugus fungsional. N-CDs berhasil disintesis dengan keberadaan gugus fungsi –NH dan C N mengonfirmasi keberhasilan doping nitrogen menggunakan amonium, sedangkan keberadaan gugus hidroksil dan domain karbon aromatik berperan dalam meningkatkan aktivitas antioksidan, sifat hidrofilik, dan karakteristik optik N-CDs. Difraktogram N-CDs menunjukkan dominasi fase amorf 65,5%. Proses pewarnaan, pelapisan dengan N-CDs, dan perlakuan hidrofobik menghasilkan sudut kontak sebesar 114,8°. Sampel kain hasil pewarnaan yang dilapisi N-CDs memiliki nilai tertinggi pada elastisitas, kekuatan tarik, dan kekuatan maksimum. Selain itu, pelapisan kain yang telah diwarnai dengan N-CDs dan candellia wax untuk menjadi kain fungsional menghasilkan aktivitas antibakteri terbaik terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
dc.description.sponsorshipLembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Republik Indonesia melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM)
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKarakteristik Tekstil Fungsional Berpewarna Alami Ekstrak Kayu Secang – Indigo dengan Pelapisan N-Doped Carbon Dots Waxid
dc.title.alternativeCharacteristics of Functional Textiles Dyed with Natural Secang Wood Extract – Indigo and Coated with N-Doped Carbon Dots Wax
dc.typeTesis
dc.subject.keywordantibakteriid
dc.subject.keywordhidrofobikid
dc.subject.keywordN-CDsid
dc.subject.keywordpewarna alamiid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record