| dc.description.abstract | Inovasi dalam bidang pewarna alami dan lapisan tekstil fungsional
menunjukkan potensi yang besar. Tekstil fungsional berkaitan dengan penggunaan
pewarna untuk estetika. Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) mengandung
brazilein yang menghasilkan warna merah, sedangkan daun nila (Indigofera
tinctoria L.) mengandung indikan menghasilkan warna biru. Kombinasi antara zat
warna alami secang dan indigo dapat menghasilkan warna ungu. Pewarna alami
memiliki sifat antimikroba, antioksidan, dan perlindungan terhadap UV sehingga
dapat meningkatkan nilai guna kain. Selain itu, tuntutan tekstil fungsional
mendorong inovasi teknologi pelapisan permukaan kain dengan carbon dots.
Carbon dots dengan doping nitrogen (N-CDs) yang disintetis kemudian
kombinasikan menggunakan candellia wax untuk menambahkan sifat hidrofobik
yang dapat diaplikasikan menjadi wrapped makanan. Penelitian ini bertujuan untuk
menerapkan pewarna alami yang berasal dari kayu secang dan daun nila yang
dikombinasikan dengan lapisan N-CDs serta candellia wax untuk menghasilkan
kain fungsional. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu persiapan
bahan baku, ekstraksi kayu secang dan daun nila, aplikasi tawas dan pewarna,
pembuatan N-CDs, pelapisan N-CDs dan candellia wax, uji karakterisasi, serta
analisis data.
Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan penyerapan pewarna ungu
dengan ketahanan warna yang baik. N-CDs berhasil disintesis dengan ukuran 10
13 nm. Hasil spektroskopi transformasi fourier inframerah dan difraksi sinar-X
menunjukkan adanya situs karbon dalam N-CDs serta kelimpahan gugus
fungsional. N-CDs berhasil disintesis dengan keberadaan gugus fungsi –NH dan C
N mengonfirmasi keberhasilan doping nitrogen menggunakan amonium,
sedangkan keberadaan gugus hidroksil dan domain karbon aromatik berperan
dalam meningkatkan aktivitas antioksidan, sifat hidrofilik, dan karakteristik optik
N-CDs. Difraktogram N-CDs menunjukkan dominasi fase amorf 65,5%. Proses
pewarnaan, pelapisan dengan N-CDs, dan perlakuan hidrofobik menghasilkan
sudut kontak sebesar 114,8°. Sampel kain hasil pewarnaan yang dilapisi N-CDs
memiliki nilai tertinggi pada elastisitas, kekuatan tarik, dan kekuatan maksimum.
Selain itu, pelapisan kain yang telah diwarnai dengan N-CDs dan candellia wax
untuk menjadi kain fungsional menghasilkan aktivitas antibakteri terbaik terhadap
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. | |