Pemanfaatan Biji Trembesi Dan Biji Kelor Sebagai Biokoagulan Dalam Pengolahan Limbah Cair Tahu Skala Rumah Tangga
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Revinda, Wirza
Tunggadewi, Andini Tribuana
Metadata
Show full item recordAbstract
Limbah cair tahu mengandung polutan organik tinggi seperti TSS dan COD yang pengolahannya memerlukan alternatif biokoagulan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik awal limbah serta efektivitas biokoagulan biji trembesi, biji kelor, dan kombinasinya. Metode meliputi pengambilan sampel, pembuatan serbuk, uji jar test dengan tiga variasi perlakuan, serta analisis FTIR. Hasil menunjukkan karakteristik awal limbah sangat pekat dengan TSS 4.396 mg/L dan COD 6.720 mg/L. Perlakuan kombinasi (50%:50%) terbukti paling efektif menurunkan TSS menjadi 833 mg/L (81%) dan COD menjadi 1.173 mg/L (82,5%), didukung sinergi gugus fungsi amida dari protein kationik. Kombinasi kedua biji berpotensi sebagai pengolahan awal, namun tahapan lanjutan tetap diperlukan agar memenuhi baku mutu. Tofu wastewater contains high levels of organic pollutants such as TSS and COD, necessitating eco-friendly biocoagulant alternatives. This study aims to analyze the initial wastewater characteristics and the effectiveness of rain tree seeds, moringa seeds, and their combination as biocoagulants. The methods involved wastewater sampling, powder preparation, jar test experiments with three treatment variations, and FTIR analysis. The results showed highly polluted initial characteristics, with TSS at 4,396 mg/L and COD at 6,720 mg/L. The combination treatment (50%:50%) proved most effective, reducing TSS to 833 mg/L (81% effectiveness) and COD to 1,173 mg/L (82.5% effectiveness), supported by the synergy of amide functional groups from cationic proteins. This combination shows potential for primary treatment, though further processing stages are required to comply with environmental quality standards.

