Produksi Biomassa, Minyak Atsiri, Dan Aktivitas Antioksidan Daun Kari (Murraya koenigii L.Spreng) Dengan Beberapa Aplikasi Dosis Pupuk Nitrogen Dan Umur Panen
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Wahyuni, Anggita Sri
Kurniawati, Ani
Agustian, Egi
Metadata
Show full item recordAbstract
Daun tanaman kari (Murraya koenigii) merupakan salah satu rempah penting
yang banyak dimanfaatkan dalam kuliner di Indonesia. Selain sebagai rempah, daun
tanaman ini juga mengandung minyak atsiri yang berpotensi dikembangkan untuk
berbagai keperluan. Informasi mengenai pengaruh dosis nitrogen dan umur panen
terhadap rendemen serta komposisi senyawa minyak atsiri daun kari masih terbatas.
Dosis nitrogen dan umur panen diketahui dapat memengaruhi pertumbuhan
tanaman, akumulasi metabolit sekunder, dan kualitas minyak atsiri pada tanaman
aromatik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rendemen
dan komposisi senyawa minyak atsiri daun kari (Murraya koenigii) yang
dipengaruhi oleh beberapa dosis nitrogen dan umur panen. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi karakteristik kimia minyak atsiri daun kari (Murraya koenigii)
yang dipengaruhi oleh beberapa dosis nitrogen dan umur panen. Penelitian
menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 2 faktor,
yaitu dosis nitrogen dan umur panen, dengan dosis nitrogen yang terdiri dari 4 taraf,
yaitu 0 ; 18,75; 37,5 , dan 56,25 gram tanaman-1. Umur panen terdiri dari 3 taraf,
yaitu 4 bulan setelah pemangkasan, 5 bulan setelah pemangkasan, dan 6 bulan
setelah pemangkasan. Percobaan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 36 unit
percobaan. Satu unit percobaan terdiri dari delapan tanaman, sehingga terdapat 288
tanaman. Daun kari dipanen dan diekstrak minyak atsiringnya menggunakan
metode hidrodistilasi. Komposisi kimia minyak atsiri yang diperoleh
dikarakterisasi menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS) dan
aktivitas antioksidan dievaluasi menggunakan uji penangkapan radikal ABTS (2,2'-
azino-bis(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa dosis pupuk nitrogen dan umur panen secara signifikan memengaruhi
produksi biomassa, hasil minyak atsiri, komposisi kimia, dan aktivitas antioksidan.
Dosis nitrogen 18,75 g tanaman?¹ efektif dalam meningkatkan pertumbuhan
tanaman, produksi biomassa, dan hasil minyak atsiri, sedangkan umur panen 5
bulan setelah pemangkasan optimal untuk produksi minyak atsiri. Minyak atsiri
daun kari menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat, dengan nilai IC50
terbaik sebesar 40,99 ppm yang diperoleh dari perlakuan dengan 56,25 g nitrogen
tanaman?¹ dan 6 bulan setelah pemangkasan. Dosis nitrogen 56,25 g dan umur
panen 6 bulan setelah pemangkasan meningkatkan senyawa Caryophyllene dengan
kelimpahan area sebesar 34,11%. Curry leaf (Murraya koenigii) is an important spice widely used in Indonesian
cuisine. In addition to its culinary use, its leaves contain essential oils with potential
applications in various fields. Information on the effects of nitrogen dosage and
harvesting age on the yield and chemical composition of curry leaf essential oil
remains limited. Nitrogen dosage and harvesting age are known to affect plant
growth, secondary metabolite accumulation, and essential-oil quality in aromatic
plants.Therefore, this study aimed to evaluate the yield and chemical composition
of curry leaf (Murraya koenigii) essential oil under different nitrogen doses and
harvesting ages. The study employed a Randomized Complete Block Design
(RCBD) with two factors: nitrogen dosage and harvesting age. Nitrogen dosage
consisted of four levels: 0, 18.75, 37.5, and 56.25 g plant?¹. Harvesting age
consisted of three levels: 4, 5, and 6 months after pruning. The experiment was
replicated 3 times, yielding 36 experimental units. Each experimental unit consisted
of eight plants, for a total of 288 plants. Curry leaves were harvested, and their
essential oils were extracted using the hydrodistillation method. The chemical
composition of the essential oils was characterized using gas chromatography–mass
spectrometry (GC–MS), while antioxidant activity was evaluated using the ABTS
radical-scavenging assay (2,2'-azino-bis(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid).
The results showed that nitrogen fertilizer dosage and harvesting age significantly
affected biomass production, essential oil yield, chemical composition, and
antioxidant activity. A nitrogen dose of 18.75 g plant?¹ was effective in increasing
plant growth, biomass production, and essential-oil yield, whereas harvesting at 5
months after pruning was optimal for essential-oil production. Curry leaf essential
oil exhibited very strong antioxidant activity, with the best IC50 value of 40.99 ppm
obtained from the treatment of 56.25 g of nitrogen plant?¹ and harvesting at 6
months after pruning. A nitrogen dose of 56.25 g plant?¹ combined with harvesting
at 6 months after pruning increased the abundance of caryophyllene, reaching an
area percentage of 34.11%.
Collections
- MF - Agriculture [4155]

