Dampak Kebakaran Hutan Terhadap Vegetasi di Blok Bantaragung Taman Nasional Gunung Ciremai
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
AL-FAIDZAH, NAILA
Saharjo, Bambang Hero
Metadata
Show full item recordAbstract
Kebakaran hutan merupakan gangguan yang dapat mengubah stuktur, komposisi, dan regenerasi vegetasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis komposisi jenis, struktur vegetasi, dan proses suksesi pada lahan terbakar dan tidak terbakar di Blok Bantaragung, Taman Nasional Gunung Ciremai. Data vegetasi dikumpulkan menggunakan metode analisis vegetasi pada tingkat tumbuhan bawah, semai, pancang, tiang, dan pohon, kemudian INP, indeks keanekaragaman (H'), indeks kekayaan jenis (R), indeks kemerataan (E), dan indeks kesamaan komunitas (IS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebakaran mengubah komposisi dan struktur vegetasi melalui pergeseran spesies dominan. Lahan terbakar didominasi oleh spesies pionir dan Pinus merkusii, sedangkan lahan tidak terbakar didominasi oleh Dysoxylum densiflorum. Nilai IS yang rendah menunjukkan perbedaan komposisi komunitas pada kedua lokasi. Regenerasi pada lahan terbakar mencerminkan suksesi sekunder yang masih berlangsung, sedangkan lahan tidak terbakar menunjukkan kondisi vegetasi yang lebih berkembang dan mendekati kondisi hutan. Hasil penelitian ini menjadi dasar ilmiah bagi pengelolaan dan rehabilitasi vegetasi di Taman Nasional Gunung Ciremai. Forest fires can alter vegetation structure, composition, and regeneration. This study analyzed species composition, vegetation structure, and succession on burned and unburned land in the Block Bantaragung of Gunung Ciremai National Park. Vegetation data were collected at the understory, seedling, sapling, pole, and tree levels and analyzed using the Importance Value Index (INP), diversity index (H’), species richness index (R), evenness index (E), and community similarity index (IS). Fire altered vegetation composition and structure, with burned areas dominated by pioneer species and Pinus merkusii, while unburned areas were dominated by Dysoxylum densiflorum. Low IS values indicated differences in species composition between the two sites. Burned areas showed ongoing secondary succession, whereas unburned areas exhibited more developed vegetation. These findings provide a scientific basis for vegetation management and rehabilitation in Gunung Ciremai National Park.
Collections
- UF - Silviculture [1538]

