Penapisan dan Karakterisasi Enzim Agarase dari Bakteri yang Berasosiasi dengan Rumput Laut di Perairan Tihi-Tihi
Date
2026Author
ULFA, NADIA
Safithri, Mega
Andrianto, Dimas
Fahrurrozi
Metadata
Show full item recordAbstract
Peningkatan industri rumput laut di Indonesia berdampak pada meningkatnya
limbah agar yang mencapai 65–75% dari bahan baku, sehingga diperlukan solusi
berkelanjutan dalam penanganannya. Enzim agarase yang diproduksi oleh bakteri
laut menjadi alternatif potensial karena mampu menghidrolisis limbah agar menjadi
oligosakarida bernilai tinggi yang bermanfaat sebagai antioksidan, probiotik, bahan
kosmetik, dan biofuel. Penelitian ini memanfaatkan isolat bakteri yang berasosiasi
dengan rumput laut dari perairan Tihi-Tihi, Bontang, Kalimantan Timur sebagai
sumber enzim agarase yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung
pengolahan limbah rumput laut secara efisien. Penapisan 62 isolat bakteri
menghasilkan 28 isolat agarolitik; lima isolat paling efektif, berdasarkan indeks
agarolitiknya, adalah Vibrio alginolyticus (1,412), Vibrio jasicida (1,263), Vibrio
sp. (1,212), Vibrio harveyi (1,164), dan Vibrio sp. (1,121). Vibrio alginolyticus
dipilih untuk produksi dan karakterisasi lebih lanjut. Kurva pertumbuhan
menunjukkan empat fase pertumbuhan, dengan fase eksponensial terjadi antara jam
ke-4 dan ke-16, sedangkan aktivitas enzim tertinggi tercatat setelah 24 jam inkubasi
sebesar 0,252 U/mL. Pemurnian parsial menggunakan presipitasi amonium sulfat
(60%) dan dialisis meningkatkan tingkat pemurnian menjadi 1,7 kali lipat, dengan
aktivitas spesifik sebesar 0,0035 U/mg. Analisis SDS-PAGE terhadap fraksi yang
telah didialisis menunjukkan empat pita protein dengan berat molekul 25,6, 15,8,
10,4, dan 9,0 kDa. Pemurnian lebih lanjut dengan Kromatografi Pertukaran Ion
(IEC) menghasilkan aktivitas tertinggi pada Puncak 2 (Fraksi 12–13) sebesar 0,632
U/mL. Karakterisasi ekstrak enzim kasar menunjukkan aktivitas optimal pada pH
9 menggunakan buffer Tris-HCl dan pada suhu 50°C. Ion Fe²? berfungsi sebagai
aktivator, dengan peningkatan aktivitas terbesar teramati pada konsentrasi 10 mM,
sebaliknya, K?, Ni²?, Cu²?, dan EDTA umumnya menurunkan aktivitas enzim.
Ekstrak kasar enzim agarase menunjukkan toleransi yang kuat terhadap surfaktan
SDS, dengan peningkatan aktivitas yang signifikan pada konsentrasi 5%,
sedangkan Tween 80 dan Triton X-100 menunjukkan efek yang lebih kecil.
Uji spesifisitas substrat memperoleh aktivitas tertinggi pada karagenan (1,50
U/mL), dibandingkan dengan natrium alginat (0,30 U/mL) dan agarosa (0,18
U/mL), yang menunjukkan bahwa ekstrak kasar masih mengandung campuran
enzim ekstraseluler. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa isolat Vibrio
alginolyticus dari perairan Tihi-Tihi merupakan kandidat yang kuat sebagai sumber
enzim agarase yang bekerja secara efektif dalam kondisi alkali, memiliki titik
optimum termal pada suhu tinggi, dan toleran terhadap surfaktan anionik, sehingga
mendukung potensinya untuk pengembangan lebih lanjut dalam industri
pengolahan limbah rumput laut.

