Show simple item record

dc.contributor.advisorFalatehan, A. Faroby
dc.contributor.advisorHakim, Dedi Budiman
dc.contributor.authorYanti, Ni Ketut Dela
dc.date.accessioned2026-09-09T06:25:05Z
dc.date.available2026-09-09T06:25:05Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179920
dc.description.abstractIndonesia merupakan salah satu eksportir karet alam utama dunia, tetapi kinerja ekspor produk karet, khususnya ban karet (HS 4011), masih belum optimal. Ekspor karet Indonesia masih didominasi produk bahan baku, sementara pangsa ekspor ban karet di pasar internasional relatif rendah dibandingkan negara pesaing. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ekspor aktual dan potensi ekspor yang dapat dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi ekspor ban karet Indonesia dan (2) menggambarkan potensi ekspor ban karet Indonesia di pasar internasional. Penelitian menggunakan data panel 68 negara mitra dagang selama periode 2015–2024 dengan produk ban karet kode HS 4011. Analisis dilakukan menggunakan Stochastic Frontier Gravity Model (SFGM) untuk mengestimasi tingkat efisiensi ekspor, serta faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi. Variabel dalam model meliputi produk domestik bruto riil per kapita Indonesia dan negara tujuan, jarak ekonomi, nilai tukar riil, tarif impor, serta Free Trade Agreement (FTA). Hasil estimasi menunjukkan bahwa PDB riil per kapita Indonesia dan negara tujuan berpengaruh positif terhadap ekspor dengan koefisien masing-masing sebesar 0,670 dan 0,859, sedangkan jarak ekonomi berpengaruh negatif sebesar -0,235. Pada model inefisiensi, nilai tukar riil dan FTA berpengaruh negatif terhadap inefisiensi, sedangkan tarif impor berpengaruh positif. Nilai gamma sebesar 0,996 menunjukkan bahwa sebagian besar variasi perdagangan dalam model berkaitan dengan faktor inefisiensi, sementara hasil Likelihood Ratio test mengonfirmasi signifikansi keberadaan komponen inefisiensi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tingkat efisiensi ekspor ban karet Indonesia berbeda antarnegara dan kawasan, dengan sebagian besar pasar masih memiliki kesenjangan yang besar antara ekspor aktual dan potensi ekspornya. Beberapa pasar dengan efisiensi relatif tinggi antara lain Malaysia, Filipina, Amerika Serikat, Belanda, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan sejumlah negara di Asia, Eropa, Amerika Selatan, dan Afrika menunjukkan efisiensi relatif rendah. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peluang peningkatan ekspor tidak hanya terdapat pada pasar dengan efisiensi tinggi, tetapi juga pada pasar dengan ukuran ekonomi dan permintaan impor yang besar namun belum dimanfaatkan secara optimal. Peningkatan efisiensi ekspor perlu diarahkan pada pengurangan biaya logistik, diversifikasi pasar potensial, optimalisasi FTA, serta penguatan stabilitas dan manajemen risiko nilai tukar. Panama dan Mauritius dapat dikembangkan sebagai hub distribusi regional. Penelitian selanjutnya disarankan memasukkan hambatan non-tarif dan menggunakan pendekatan Meta-Frontier Analysis untuk mengakomodasi perbedaan karakteristik antar kelompok negara.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePotensi Ekspor Produk Ban Karet Indonesia di Pasar Internasionalid
dc.title.alternativeExport Potential of Indonesian Rubber Tire Products in the International Market
dc.typeTesis
dc.subject.keywordEfisiensi Eksporid
dc.subject.keywordFTAid
dc.subject.keywordperdagangan internasionalid
dc.subject.keywordtarif imporid
dc.subject.keywordStochastic Frontier Gravity Modelid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record