Pemanfaatan Terak Nikel sebagai Media Perbanyakan Fungi Mikoriza Arbuskula
Abstract
Peningkatan produksi nikel di Indonesia menghasilkan limbah terak nikel dalam jumlah besar. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 mengelompokkan terak nikel sebagai limbah non-B3. Karakteristik fisik terak nikel yang stabil, berpori makro, serta kaya kandungan silikon dan magnesium berpotensi dimanfaatkan sebagai media pembawa alternatif untuk perbanyakan inokulum fungi mikoriza arbuskula (FMA). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terak nikel sebagai media perbanyakan FMA dibandingkan media standar, serta menguji kompatibilitas berbagai jenis tanaman inang dan spesies FMA pada media terak nikel.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terbagi dalam dua tahap percobaan: (1) pengujian tiga media perbanyakan (zeolit, pasir, dan terak nikel) dengan empat spesies FMA (Glomus manihotis, Glomus etunicatum, Acaulospora tuberculata, dan Gigaspora margarita) pada inang sorgum; serta (2) pengujian media terak nikel pada empat spesies FMA dengan tiga jenis tanaman inang (Falcataria moluccana, Sorghum bicolor, dan Pueraria javanica). Parameter yang diamati meliputi persentase hidup tanaman, waktu perkecambahan spora, persentase kolonisasi akar, kepadatan spora, serta bobot kering tajuk dan akar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit dan pasir menghasilkan persentase kolonisasi akar dan kepadatan spora yang lebih tinggi dibandingkan terak nikel, namun terak nikel terbukti mampu menopang kelangsungan hidup tanaman inang (73,33%) dan mendukung kolonisasi akar pada kategori tinggi (55,30%). Spesies Glomus manihotis menunjukkan waktu perkecambahan tercepat (5 hari setelah inokulasi), persentase kolonisasi tertinggi (75,91–77,81%), dan produksi spora terbanyak (75–89 spora per 20 g media) dibandingkan spesies lainnya. Ketiga jenis tanaman inang terbukti kompatibel dan mampu mempertahankan kelangsungan hidup yang tinggi (>79%) pada media terak nikel, dengan sorgum menghasilkan akumulasi bobot kering tajuk tertinggi (3,38 g). Terak nikel layak digunakan sebagai media perbanyakan alternatif untuk memproduksi inokulum FMA dalam mendukung reklamasi lahan pascatambang.
Collections
- MF - Forestry [1609]

