| dc.description.abstract | Lahan merupakan sumber daya penting dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis keuntungan usahatani berdasarkan pola penggunaan lahan dan komoditas dominan di Desa Tambak Ukir, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 20 petani yang dipilih secara purposive. Analisis dilakukan berdasarkan penerimaan dan biaya usahatani, sedangkan komoditas jati dianalisis menggunakan Net Present Value (NPV) dan Annual Equivalent Value (AEV) karena memiliki daur produksi yang panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan berbeda antar pola penggunaan lahan dan komoditas. Keuntungan pola monokultur padi, jagung, jati, dan agroforestri jati–jagung masing-masing berkisar Rp17.906.250–Rp28.966.000/ha/tahun, Rp4.390.000–Rp9.571.429/ha/tahun, Rp805.807–Rp2.152.445/ha/tahun, dan Rp8.151.313–Rp20.355.780/ha/tahun. Berdasarkan komoditas, rata-rata keuntungan padi sebesar Rp22.953.250/ha/tahun, jagung Rp6.471.486/ha/tahun, dan jati Rp1.403.684/ha/tahun. Perbedaan keuntungan berkaitan dengan produktivitas, penerimaan, biaya produksi, intensitas pengelolaan, dan karakteristik daur masing-masing komoditas. | |