Model Strategi Hilirisasi Ai-Trac Program Hilirisasi Riset IPB University
AI-Trac: Module Device 2-Mode Pada Traktor Tangan Berbasis Artificial Intelligence Dan Geospatial Information Untuk Meningkatkan Produktivitas Operasional Pertanian Berkelanjutan
View/ Open
Date
2026Author
Siskandar, Ridwan
Novianti, Inna
Kusumah, Billi Rifa
Arios, Roma Juliana
Maimun, Annisa Raihanah
Metadata
Show full item recordAbstract
Sektor pertanian memegang peranan krusial sebagai penopang utama ketahanan
pangan nasional, meskipun mayoritas petani di Indonesia masih bertumpu pada mekanisasi
konvensional yang mengandalkan tenaga manusia. Di tingkat global, mekanisasi pertanian
telah menjadi pendorong utama peningkatan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian.
Pasar traktor pertanian dunia mencapai nilai sekitar USD 60,08 mi liar pada tahun 2024 dan
diproyeksikan meningkat menjadi USD 88,95 miliar pada tahun 2030 dengan laju
pertumbuhan tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 6,5%.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan efisiensi tenaga kerja
pertanian, dukungan kebijakan pemerintah melalui berbagai program mekanisasi, serta
semakin luasnya adopsi teknologi pertanian presisi di berbagai negara (Fortune Business
Insights, 2025).
Sejalan dengan itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa memproyeksikan bahwa populasi
dunia akan mencapai 9,7 miliar jiwa pada tahun 2050, sehingga produksi pangan global
perlu meningkat sekitar 69% dibandingkan tahun 2010. Kondisi tersebut menjadikan
investasi pada alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai salah satu kebutuhan strategis
untuk menjamin ketahanan pangan dunia (Statistics Market Research Consulting, 2024).
Di kawasan Asia-Pasifik, pasar mekanisasi pertanian bernilai USD 25,12 miliar pada tahun
2023 dan diperkirakan mencapai USD 39,84 miliar pada tahun 2032 dengan CAGR sebesar
5,25%, menjadikan kawasan ini sebagai penyumbang sekitar 45,81% pasar traktor global
(Market Data Forecast, n.d.). Sementara itu, tingkat mekanisasi di berbagai negara masih
menunjukkan kesenjangan yang cukup besar. Vietnam, misalnya, telah mencapai tingkat
mekanisasi sekitar 3,8 hp/ha dengan kepadatan 202 unit traktor per 1.000 hektar, sedangkan
beberapa negara Afrika seperti Nigeria dan Ethiopia masih memiliki kepadatan di bawah
20 unit per 1.000 hektar (Yadav et al., 2025). ...
Collections
- Diploma Programme [112]

