Laju Infiltrasi pada Berbagai Kondisi Lahan di Area Pertambangan Kapur
Abstract
Hutan memiliki peran penting dalam sistem pengatur tata air dan penopang kestabilan lahan. Kegiatan pertambangan memiliki dampak signifikan terhadap kondisi lingkungan, terutama pada aspek tanah dan laju infiltrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis laju infiltrasi pada berbagai kondisi lahan di area pertambangan. Penelitian dilakukan pada tiga kondisi lahan, yaitu lahan hutan sekunder, lahan pascatambang, dan lahan revegetasi. Pengamatan dan pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, sedangkan pengukuran laju infiltrasi menggunakan double ring infiltrometer. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata laju infiltrasi tertinggi hutan sekunder sebesar 10,80 ± 2,68 cm/jam, yang berbeda dengan lahan revegetasi sebesar 5,76 ± 0,54 cm/jam, dan lahan pascatambang sebesar 4,62 ± 4,63 cm/jam. Hutan sekunder dan revegetasi bertekstur clay, sedangkan lahan pascatambang memiliki tekstur loam, sandy clay loam, dan clay loam. Bobot isi tanah tertinggi ada pada lahan pascatambang (0,678 ± 0,074 g/cm³) dan terendah di hutan sekunder (0,455 ± 0,044 g/cm³). Uji korelasi menunjukkan bobot isi tanah dan fraksi pasir memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan laju infiltrasi, fraksi liat memiliki hubungan positif yang signifikan. Sementara fraksi debu serta kerapatan vegetasi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan laju infiltrasi.
Collections
- UF - Silviculture [1536]

