Respons Morfofisiologi dan Perbanyakan Vegetatif Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.) dengan Naungan, Aplikasi ZPT, dan Perendaman Entris
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Syahputra, Adi
Krisantini
Suketi, Ketty
Tirtawinata, Mohamad Reza
Metadata
Show full item recordAbstract
Nangka ‘Kandel’ (Artocarpus heterophyllus Lam.) merupakan kultivar unggul bernilai ekonomi tinggi, tetapi perbanyakan vegetatifnya masih terkendala rendahnya keberhasilan grafting yang diduga berkaitan dengan eksudasi getah berlebih pada jaringan luka. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perlakuan pada batang bawah sebelum grafting, persiapan entris, teknik okulasi pada beberapa umur batang bawah, serta karakter anatomi yang berkaitan dengan keberhasilan perbanyakan nangka ‘Kandel’.
Penelitian dilaksanakan pada November 2025–Juni 2026 di screenhouse Kebun Percobaan Leuwikopo dan laboratorium IPB University. Percobaan penyambungan meliputi naungan 75%, perendaman entris selama 24 jam, asam absisat 15 ppm, NAA 50 ppm, dan kontrol, sedangkan okulasi dilakukan pada batang bawah berumur 4 dan 8 bulan. Pengamatan meliputi pertumbuhan morfologi, kandungan klorofil, glukosa, fruktosa daun batang bawah, keberhasilan perbanyakan, jumlah kelenjar getah daun, dan anatomi jaringan sambungan sukses.
Perlakuan belum menghasilkan penyatuan yang berhasil, meskipun naungan 75% secara umum mampu mempertahankan pertumbuhan batang bawah dan viabilitas entris lebih baik. Perlakuan ZPT menunjukkan respons fisiologis yang bervariasi, tetapi belum mampu meningkatkan keberhasilan penyambungan. Teknik okulasi menunjukkan potensi lebih baik, terutama pada batang bawah berumur 8 bulan yang menghasilkan dua mata tunas berkembang. Pengamatan anatomi menunjukkan terbentuknya kalus dan jaringan vaskular pada sambungan yang berhasil. Nangka ‘Kandel’ juga memiliki kerapatan saluran getah daun lebih tinggi dibandingkan kultivar lain, yang diduga meningkatkan eksudasi getah dan berpotensi mengganggu kontak kambium serta pembentukan jaringan vaskular.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik okulasi dengan batang bawah yang lebih tua memiliki potensi lebih besar untuk perbanyakan nangka ‘Kandel’. Optimalisasi teknik okulasi, umur batang bawah, dan pengelolaan eksudasi getah diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan perbanyakan vegetatif.
Collections
- MF - Agriculture [4153]

