| dc.description.abstract | Bambu merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu unggulan Indonesia, namun kekayaan sumber daya bambu belum sepenuhnya diikuti oleh daya saing ekspor yang kuat pada seluruh kelompok produknya. Penelitian ini bertujuan menganalisis keunggulan komparatif dan kompetitif, faktor penentu, serta strategi pengembangan daya saing ekspor bambu dan produk turunannya Indonesia di pasar internasional periode 2018-2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder time series tahunan pada enam kode HS produk bambu yang bersumber dari Trade Map, dianalisis menggunakan Revealed Comparative Advantage (RCA), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), dan Constant Market Share (CMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunggulan komparatif dan kompetitif produk bambu Indonesia terkonsentrasi pada produk anyaman dan barang bentuk sederhana (HS 460192 dan HS 460211), sementara produk bernilai tambah tinggi seperti kursi dan furnitur (HS 940152 dan HS 940382) menunjukkan pelemahan daya saing dari waktu ke waktu. Hasil dekomposisi CMS menunjukkan bahwa penurunan nilai ekspor bambu Indonesia terutama disebabkan oleh efek daya saing yang bernilai negatif hampir di seluruh negara tujuan dan kelompok komoditas, bukan oleh melemahnya permintaan pasar dunia. Faktor penentu daya saing mencakup ketersediaan sumber daya alam, kelembagaan dan sertifikasi, kemampuan inovasi nilai tambah, serta daya saing pada tingkat makro. Strategi pengembangan yang disarankan meliputi penguatan hilirisasi dan diversifikasi produk, penguatan kelembagaan dan akses pembiayaan, serta peningkatan daya saing pada tingkat makro. | |