Show simple item record

dc.contributor.advisorSinaga, Bonar M.
dc.contributor.advisorKuntjoro
dc.contributor.advisorSanim, Bunasor
dc.contributor.advisorSimatupang, Pantjar
dc.contributor.advisorSawit, M. Husein
dc.contributor.authorSiagian, Victor
dc.date.accessioned2010-03-29T06:43:14Z
dc.date.available2010-03-29T06:43:14Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1797
dc.description.abstractKendala utama yang dihadapi pabrik gula di Indonesia saat ini adalah : (1) rendahnya kualitas bahan baku, (2) rendahnya kapasitas giling sebagian pabrik gula, (3) rendahnya efisiensi pabrik gula sebagai akibat tingginya persen jam berhenti giling, dan (4) tingginya biaya produksi. Kesepakatan Putaran Uruguay-GATT menandai dimulainya era liberalisasi perdagangan, termasuk untuk komoditi pertanian khususnya gula, dengan kesepakatan pokok terutama berkaitan dengan akses pasar. Di satu pihak meningkatnya akses pasar cenderung akan meningkatkan volume perdagangan. Namun dipihak lain, meningkatnya akses pasar juga menuntut tingkat efisiensi yang tinggi agar dapat bersaing dengan negara lain.
dc.languageid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleAnalisis efisiensi biaya produksi gula di Indonesia : pendekatan fungsi biaya multi input multi outputid
dc.typeDissertation
dc.subject.keywordPabrik gula
dc.subject.keywordKualitas bahan baku
dc.subject.keywordKapasitas giling
dc.subject.keywordEfisiensi produksi
dc.subject.keywordJam berhenti giling
dc.subject.keywordBiaya produksi
dc.subject.keywordIndustri gula


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record