POTENSI PROTEKTIF EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) TERHADAP AORTA DAN PANKREAS TIKUS OBESITAS YANG DIINDUKSI PAKAN TINGGI LEMAK
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Harsanto, Yudha Dwi
Harlina, Eva
Gunanti
Hasim
Metadata
Show full item recordAbstract
Obesitas merupakan gangguan metabolik yang disertai inflamasi kronis derajat rendah. Aorta dan pankreas rentan mengalami remodeling vaskular, gangguan histoarsitektur, serta peningkatan aktivitas kompensatorik sel ß. Daun kelor (Moringa oleifera Lam.) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ekstrak daun kelor terhadap profil hemogram, histopatologi dan morfometri aorta serta pankreas, imunoekspresi TNF-a pada aorta, dan imunoekspresi insulin pada pankreas tikus obesitas.
Sebanyak dua puluh ekor tikus Sprague–Dawley jantan dibagi menjadi empat kelompok (n = 5), yaitu kontrol normal (KK) yang diberi pakan standar, kontrol negatif (KN) yang diberi pakan tinggi lemak, kontrol positif (KP) yang diberi pakan tinggi lemak dan orlistat 10 mg/kg berat badan, serta perlakuan ekstrak (PE) yang diberi pakan tinggi lemak dan ekstrak daun kelor 500 mg/kg berat badan. Parameter yang diperiksa meliputi hemogram, histopatologi aorta dan pankreas, morfometri ketebalan intima-media aorta dan luas pulau Langerhans, serta imunoekspresi TNF-a dan insulin. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji Tukey atau uji Kruskal–Wallis dan Dunn pada p < 0,05.
Sebagian besar parameter hemogram tidak berbeda nyata antarkelompok (p > 0,05). Monosit KN (0,16 ± 0,11 × 10³/µL) lebih rendah dan berbeda nyata dibandingkan KK dan PE (masing-masing 0,32 ± 0,08 × 10³/µL; p < 0,05). Ketebalan intima-media KN (180,77 ± 7,71 µm) lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan KK (112,15 ± 36,86 µm) dan PE (136,23 ± 12,49 µm), sedangkan KP (165,22 ± 3,28 µm) lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan KK (p < 0,05). Imunoekspresi TNF-a PE (1,49 ± 1,00%) lebih rendah dan berbeda nyata dibandingkan KN (9,33 ± 1,77%) dan KP (4,45 ± 1,91%; p < 0,05), tetapi tidak berbeda nyata dari KK (0,99 ± 0,25%; p > 0,05). Skor edema PE pada pankreas (0,28 ± 0,34) lebih rendah dan berbeda nyata dibandingkan KN (1,20 ± 0,37) dan KP (1,08 ± 0,34; p < 0,05). Luas pulau Langerhans PE (11.019,69 ± 2.816,56 µm²) berbeda nyata dibandingkan KN (23.906,93 ± 1.507,57 µm²). Imunoekspresi insulin PE (3,15 ± 1,39%) lebih rendah dan berbeda nyata dibandingkan KN (8,88 ± 2,88%) dan KP (7,25 ± 0,91%; p < 0,05), tetapi tidak berbeda nyata dari KK (1,48 ± 0,61%; p > 0,05). Dengan demikian, ekstrak daun kelor diduga mampu menekan inflamasi dan remodeling aorta serta memperbaiki perubahan pankreas akibat obesitas.
Collections
- MF - Veterinary Science [1008]

