Show simple item record

dc.contributor.advisorKrisantini
dc.contributor.advisorSusanto, Slamet
dc.contributor.advisorTirtawinata, Mohamad Reza
dc.contributor.authorHaryoko, Fadil
dc.date.accessioned2026-08-19T03:47:03Z
dc.date.available2026-08-19T03:47:03Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179741
dc.description.abstractPenelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Institut Pertanian Bogor, pada Februari hingga Juni 2026. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak satu faktor dengan 14 sumber batang bawah, yaitu delapan aksesi lokal Bogor, dua aksesi Jambi, kultivar Matahari, dua hibrida interspesifik asal Kalimantan Selatan, dan benih sapuan sebagai kontrol. Entres yang digunakan berasal dari pohon induk durian Monthong yang sehat dan produktif. Pengamatan meliputi keberhasilan grafting, pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, flushing, kandungan klorofil, anatomi bidang sambungan, dan biomassa bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber batang bawah memengaruhi keberhasilan grafting, pertumbuhan tinggi tanaman, dan biomassa, tetapi tidak memengaruhi jumlah daun. Keberhasilan grafting pada empat minggu setelah grafting berkisar antara 73,33–93,33%. Pertambahan tinggi tanaman menunjukkan perbedaan antarsumber batang bawah sejak empat minggu setelah grafting, sedangkan jumlah daun tidak berbeda nyata selama pengamatan. Pada akhir pengamatan, skor flushing tertinggi terdapat pada Bogor 2, Bogor 5, Bogor 8, Jambi 2, dan benih sapuan. Namun, tingginya flushing tidak selalu diikuti oleh tingginya biomassa. Kandungan klorofil a tidak berbeda nyata antarsumber batang bawah, sedangkan klorofil b dan rasio klorofil a/b menunjukkan perbedaan nyata. Bogor 2 memiliki kandungan klorofil b tertinggi sebesar 38,52 mg g?¹ dengan rasio klorofil a/b sebesar 0,99. Pengamatan anatomi pada 12 minggu setelah grafting menunjukkan terbentuknya kalus dan perkembangan jaringan vaskular pada bidang sambungan, meskipun penyatuan jaringan pembuluh belum sepenuhnya berlangsung pada seluruh bagian sambungan. Berdasarkan hasil penelitian, Bogor 4 dan Bogor 5 menunjukkan performa pertumbuhan dan biomassa yang relatif terbaik di antara sumber batang bawah yang diuji, sedangkan Kalimantan 2 dan benih sapuan menunjukkan performa relatif rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sumber batang bawah merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan penyambungan dan pertumbuhan awal bibit durian Monthong. Pengujian lebih lanjut pada periode pertumbuhan yang lebih panjang dan pada kondisi lingkungan yang berbeda diperlukan untuk memastikan konsistensi performa Bogor 4 dan Bogor 5 sebagai sumber batang bawah.
dc.description.sponsorshipDosen pembimbing Dr. Ir. Krisantini, M.Sc, Prof. Dr. Ir. Slamet Susanto, M.Sc., Dr. Ir. Moh. Reza Tirtawinata, M.S. dan Dr deden derajat Matra, S.P., M.Sc. Agr
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKompatibilitas dan Pertumbuhan Bibit Durian Monthong pada Berbagai Sumber Batang Bawahid
dc.title.alternativeCompatibility and Growth of Monthong Durian Seedlings on Various Rootstock Sources
dc.typeTesis
dc.subject.keywordanatomiid
dc.subject.keywordGraftingid
dc.subject.keywordbiomassaid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record