Citra Drone RGB untuk Identifikasi Kerusakan Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Akibat Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
Date
2026Author
AGUSTIN, SHINTA NABILLA
Munibah, Khursatul
Iskandar, Wahyu
Metadata
Show full item recordAbstract
Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama
Indonesia yang rentan terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT),
salah satunya Hawar Daun Bakteri (BLB) yang disebabkan oleh
bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Pemantauan OPT secara konvensional
memiliki keterbatasan dalam cakupan dan efisiensi waktu, sehingga diperlukan
pendekatan penginderaan jauh berbasis drone RGB sebagai alternatif yang lebih
cepat dan objektif. Penelitian dilaksanakan pada 31 Januari 2026 di Desa
Hegarmanah, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Citra
drone RGB diperoleh menggunakan drone DJI Mavic 3 Enterprise (M3E) pada
ketinggian ±15 m. Sebanyak 50 titik sampel validasi ditentukan secara sistematik
diagonal dan random. Tingkat keparahan BLB diklasifikasikan menjadi empat
kelas, yaitu sehat, ringan, sedang, dan berat. Nilai spektral RGB dan indeks vegetasi
VARI, GLI, dan NDGI diekstrak menggunakan Zonal Statistics dan raster
calculator di QGIS, kemudian diklasifikasikan menggunakan algoritma Random
Forest (RF) secara terpisah maupun komposit. Nilai median RGB meningkat
konsisten seiring meningkatnya keparahan BLB. Klasifikasi berbasis NDGI
menghasilkan akurasi tertinggi (Overal Accuracy 94%; Kappa Accuracy 0,90),
diikuti GLI (92%; 0,87), RGB (90%; 0,833), dan VARI (88%; 0,80), sedangkan
klasifikasi komposit seluruh variabel spektral dan indeks vegetasi menghasilkan
akurasi terendah (84%; 0,73) akibat Redundansi informasi antarvariabel yang saling
berkorelasi. Hasil ini menunjukkan bahwa NDGI merupakan variabel input paling
efektif untuk klasifikasi tingkat kerusakan tanaman padi akibat BLB berbasis citra
drone RGB. Rice (Oryza sativa L.) is a major food commodity in Indonesia and is
susceptible to attack by plant pests and diseases, one of which is bacterial leaf blight
(BLB) caused by the bacterium Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Conventional
monitoring of plant pests and diseases has limitations in terms of coverage and time
efficiency; therefore, a remote sensing approach using RGB drone imagery is
needed as a faster and more objective alternative. This study was conducted on
January 31, 2026, in Hegarmanah Village, Bojongpicung District, Cianjur Regency,
West Java. RGB drone imagery was acquiRed using a DJI Mavic 3 Enterprise
(M3E) at an altitude of approximately 15 m. A total of 50 validation sample points
were determined using systematic diagonal and random sampling methods. BLB
severity was classified into four classes: healthy, light, moderate, and severe. RGB
spectral values and the vegetation indices VARI, GLI, and NDGI were extracted
using Zonal Statistics and Raster Calculator in QGIS and subsequently classified
using the Random Forest (RF) algorithm, both individually and in combination. The
median RGB values increased consistently with increasing BLB severity.
Classification based on NDGI achieved the highest Accuracy, with an Overall
Accuracy of 94% and a Kappa coefficient of 0.90, followed by GLI (92%; 0.87),
RGB (90%; 0.83), and VARI (88%; 0.80). In contrast, the classification using a
composite of all spectral variables and vegetation indices resulted in the lowest
Accuracy (84%; 0.73), which was attributed to Redundant information among
correlated variables. These results indicate that NDGI is the most effective input
variable for classifying the severity of BLB damage in rice plants using RGB drone
imagery

