| dc.description.abstract | Bambu merupakan bahan alami yang berpotensi sebagai pengganti kayu. Batangnya bulat, berongga dan berbuku dengan ukuran yang tidak seragam telah membatasi pemanfaatannya. Teknologi flattened bamboo melalui pelunakan menggunakan uap jenuh (steam) dan pemadatan dengan hot press diterapkan untuk meningkatkan kualitas bambu. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh suhu pemadatan (170 dan 180 °C) serta ketebalan bambu (0,50, 0,60 dan 0,70 cm) terhadap karakteristik papan rata yang dihasilkan. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu betung dan bambu tali. Pengujian meliputi sifat fisik, mekanis, perubahan warna, dan struktur anatomi. Perlakuan pemadatan meningkatkan kualitas bambu dibandingkan kontrol dan steam. Perlakuan 170 °C menghasilkan kerapatan tertinggi (1,05 g/cm³), penyerapan air terendah (11,65%), serta nilai MOE dan MOR sebesar 292.000 kgf/cm² dan 2.300 kgf/cm². Perlakuan 180 °C menghasilkan kadar air dan pengembangan tebal yang paling rendah. Pemadatan juga menggelapkan warna dan memadatkan struktur anatomi batang bambu. Secara keseluruhan, pemadatan berbasis panas berpotensi meningkatkan kualitas bambu sebagai bahan baku produk rekayasa. | |