Pengaruh Kompos Kulit Buah Kopi dan Biostimulan terhadap Sifat Kimia Tanah dan Produktivitas Tanaman Kubis
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
FADA, FASYAHIDA HANIN
Mulyanto, Budi
Iskandar
Metadata
Show full item recordAbstract
Penggunaan pupuk anorganik secara intensif dalam budidaya hortikultura berpotensi menurunkan kualitas tanah, sehingga diperlukan alternatif pengelolaan hara yang lebih berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan kompos kulit buah kopi sebagai sumber bahan organik serta aplikasi biostimulan berbasis zat humat yang diperkaya hara makro sekunder berupa kalsium (Ca), hara mikro berupa tembaga (Cu), dan silika (SiO2) sebagai beneficial element. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aplikasi kompos kulit buah kopi dan biostimulan terhadap sifat kimia tanah, pertumbuhan, dan produktivitas tanaman kubis (Brassica oleracea L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan empat perlakuan, yaitu kebiasaan petani (pupuk kandang ayam), kompos kulit buah kopi, biostimulan berbasis zat humat, serta kombinasi kompos dan biostimulan, yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 5 minggu setelah tanam, namun tidak berpengaruh nyata terhadap diameter krop, bobot segar tanaman, maupun produktivitas kubis. Perlakuan kompos kulit buah kopi menghasilkan bobot segar tanaman tertinggi sebesar 695,54 g per tanaman dengan produktivitas 41,51 ton/ha, mendekati perlakuan kebiasaan petani sebesar 43,17 ton/ha. Aplikasi kompos dan biostimulan mampu mempertahankan status kesuburan tanah pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, meskipun terjadi penurunan pH, KTK, dan beberapa kation dapat dipertukarkan setelah budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos kulit buah kopi berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik alternatif dalam budidaya kubis, sedangkan efektivitas biostimulan masih memerlukan pengujian lebih lanjut.

