Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Aplikasi Jakaba terhadap Pertumbuhan Tajuk Bibit Kakao (Theobroma cacao L.)
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi dan frekuensi aplikasi jakaba terhadap pertumbuhan tajuk bibit kakao serta menentukan perlakuan yang efektif. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktorial dengan empat taraf konsentrasi jakaba, yaitu 0, 75, 100, dan 125 mL/L air, serta dua taraf frekuensi aplikasi, yaitu 1 dan 2 kali per minggu. Pengamatan dilakukan selama 8 minggu terhadap tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi jakaba secara keseluruhan hanya berpengaruh terhadap tinggi tanaman, tetapi belum memberikan pengaruh nyata terhadap diameter batang dan jumlah daun. Perlakuan konsentrasi jakaba secara keseluruhan tidak menunjukkan pengaruh yang nyata dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman karena tidak berbeda nyata dengan perlakuan konsentrasi 0 mL/L air (kontrol), sedangkan aplikasi dengan frekuensi 1 kali per minggu memberikan pertumbuhan tinggi yang lebih baik. Respons pertumbuhan yang berbeda pada setiap parameter menunjukkan bahwa pemberian jakaba belum memberikan pengaruh yang seragam terhadap pertumbuhan tajuk bibit kakao selama periode penelitian. This study aimed to analyze the effects of jakaba concentration and application frequency on the shoot growth of cacao seedlings and to determine the most effective treatment. The study was conducted using a factorial randomized complete block design (RCBD) with four levels of jakaba concentration, namely 0, 75, 100, and 125 mL/L of water, and two levels of application frequency, namely once and twice per week. Observations were conducted for eight weeks, including plant height, stem diameter, and number of leaves. The results showed that jakaba application only affected plant height, while no significant effects were observed on stem diameter and number of leaves. Overall, jakaba concentration did not significantly increase plant height, as the treatments were not significantly different from the 0 mL/L water concentration (control), whereas application once per week resulted in better plant height growth. The different growth responses observed among the parameters indicate that jakaba application did not produce a consistent effect on the shoot growth of cacao seedlings throughout the study period.

