Aplikasi Asam Askorbat dan Benzylaminopurine untuk Memperpanjang Masa Simpan Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Pascapanen
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Seftiani, Harinda Mewah Dwi
Suketi, Ketty
Setyadjit
Metadata
Show full item recordAbstract
Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan buah tropis non-klimakterik yang memiliki umur simpan relatif pendek akibat kehilangan air dan aktivitas metabolisme yang berlangsung setelah panen. Perubahan tersebut menyebabkan penurunan mutu, terutama perubahan warna kulit dan penyusutan bobot selama penyimpanan. Salah satu upaya untuk mempertahankan mutu pascapanen adalah aplikasi senyawa kimia, seperti asam askorbat dan 6-benzylaminopurine (BAP), yang berpotensi menghambat proses oksidatif dan senesens buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas asam askorbat dan 6-benzylaminopurine dalam mempertahankan mutu dan memperpanjang umur simpan buah rambutan. Parameter yang diamati meliputi warna kulit (L*, a*, dan b*), susut bobot, laju respirasi, produksi etilen, padatan terlarut total, asam tertitrasi total, kandungan vitamin C, serta kandungan gula yang terdiri atas sukrosa, glukosa, dan fruktosa serta kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap mutu pascapanen buah rambutan selama penyimpanan. perlakuan asam askorbat dan BAP memberikan respons yang berbeda terhadap mutu pascapanen buah rambutan selama penyimpanan. Perlakuan BAP mampu mempertahankan nilai a* dan kandungan sukrosa hingga hari ke-4 penyimpanan. Perlakuan asam askorbat lebih efektif dalam menekan susut bobot, laju respirasi, dan produksi etilen hingga hari ke-6 penyimpanan. Berdasarkan hasil tersebut, asam askorbat dan BAP menunjukkan potensi sebagai perlakuan pascapanen untuk mempertahankan mutu buah rambutan, dengan asam askorbat lebih sesuai untuk mempertahankan mutu selama penyimpanan lebih lama, sedangkan BAP lebih efektif pada periode penyimpanan awal.
Collections
- MF - Agriculture [4153]

