Show simple item record

dc.contributor.advisorMuhandri, Tjahja
dc.contributor.advisorCahyadi, Eko Ruddy
dc.contributor.authorWIWAHA, DERRY ANDHIKA
dc.date.accessioned2026-08-15T08:54:48Z
dc.date.available2026-08-15T08:54:48Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179516
dc.description.abstractDERRY ANDHIKA WIWAHA. “Perspektif Penilai Internal terhadap Sistem Aplikasi Penilaian Agunan (SIFO) pada PT Bank Syariah Indonesia (Persero), Tbk.”. Dibimbing oleh TJAHJA MUHANDRI dan EKO RUDDY CAHYADI. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor yang mempercepat transformasi digital di industri perbankan. Perubahan kondisi sosial dan ekonomi selama pandemi mendorong masyarakat untuk beradaptasi dari aktivitas yang sebelumnya banyak dilakukan melalui interaksi langsung menjadi pemanfaatan platform digital dalam berbagai kegiatan. Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi pola aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat perilaku digital (digital behaviour) masyarakat, termasuk dalam penggunaan layanan dan transaksi keuangan. Teknologi informasi (TI) memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung kegiatan bisnis perbankan, terutama melalui penyediaan infrastruktur dan sistem yang mampu menunjang pengembangan layanan sesuai dengan kebutuhan pasar. Ketersediaan teknologi yang andal menjadi salah satu faktor pendukung bagi Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam mewujudkan visinya sebagai salah satu bank syariah terkemuka di tingkat global. Berdasarkan Laporan Tahunan BSI Tahun 2025, proses integrasi sistem pasca-merger bank syariah BUMN telah berhasil diselesaikan sehingga seluruh operasional dapat dijalankan dalam satu sistem yang terpadu (single system). Setelah proses integrasi tersebut, BSI berfokus pada penguatan stabilitas sistem serta pengembangan fondasi digital untuk mendukung kebutuhan bisnis yang terus berkembang. Berbagai upaya transformasi dilakukan melalui pemanfaatan teknologi yang lebih modern, penyederhanaan proses kerja, serta pengembangan layanan digital yang mampu merespons kebutuhan pasar secara lebih cepat. Dalam mendukung strategi bisnis pada segmen pembiayaan, BSI juga melakukan berbagai penguatan pada aspek teknologi informasi, antara lain melalui penyempurnaan core banking system, peningkatan keamanan sistem informasi, penguatan organisasi teknologi informasi, serta penerapan operational excellence. Selain itu, perusahaan terus mengembangkan berbagai aplikasi pendukung yang berfungsi untuk menunjang kegiatan operasional dan layanan bisnis. Salah satu aplikasi yang digunakan adalah Sistem Informasi Operasional Pembiayaan (SIFO), yaitu sistem yang dikembangkan untuk mendukung proses administrasi pembiayaan secara terintegrasi. SIFO digunakan dalam berbagai aktivitas operasional, mulai dari penilaian agunan, pemeriksaan dokumen pembiayaan, penyusunan laporan, proses underwriting, hingga pemantauan dokumen pembiayaan. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2024 sampai Desember 2024. Penelitian ini dilakukan di unit Collateral Valuation Financing Operation Group PT Bank Syariah Indonesia (Persero), Tbk. Metode penelitian menggunakan data kuantitatif, sedangkan teknik pengolahan menggunakan SEM-PLS untuk v menganalisis pengaruh langsung antar tiap variabel terhadap perspektif penilai internal. Dalam penelitian ini, analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis gambaran karakteristik responden. Berdasarkan penelitian mengenai perspektif penilai internal terhadap sistem aplikasi penilaian agunan (SIFO) di BSI dapat disimpulkan bahwa perspektif penilai internal terhadap sistem aplikasi penilaian agunan (SIFO) tergolong baik. Sedangkan hasil analisis deskriptif, kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas pelayanan pelanggan memperoleh penilaian yang baik dari responden. Namun, hasil pengujian SEM-PLS menunjukkan bahwa hanya kualitas sistem dan kualitas informasi yang berpengaruh signifikan terhadap perspektif penilai internal, sedangkan kualitas pelayanan pelanggan tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini mengindikasikan bahwa penilai internal keandalan sistem dan kualitas informasi dalam mendukung proses penilaian agunan pada pembiayaan SME dan pengembangan UMKM. mengandalkan Penilai internal mempersepsikan bahwa penggunaan sistem aplikasi penilaian agunan (SIFO) mendukung pengembangan kompetensi dan keahlian dalam proses penilaian agunan. Dukungan tersebut tercermin dari kemudahan dalam memperoleh informasi, melakukan analisis, dan melaksanakan proses penilaian agunan secara lebih terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem dan kualitas informasi merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap perspektif penilai internal, sedangkan kualitas pelayanan pelanggan tidak berpengaruh signifikan. Oleh karena itu, pengembangan sistem aplikasi penilaian agunan (SIFO) ke depannya perlu difokuskan pada penguatan kualitas sistem dan kualitas informasi melalui peningkatan integrasi, penyempurnaan fitur, dan penyediaan informasi yang lebih akurat serta tepat waktu untuk mendukung proses penilaian agunan pembiayaan SME.
dc.description.abstractto BSI’s 2025 Annual Report, the post-merger system integration process of the state-owned Islamic banks has been successfully completed, enabling all operations to be conducted within a unified system. Following this integration, BSI focused on strengthening system stability and developing a digital foundation to support evolving business needs. Various transformation initiatives have been implemented through the adoption of modern technologies, business process simplification, and the development of digital services capable of responding to market demands more efficiently. To support its financing business strategy, BSI has also strengthened various aspects of information technology, including enhancements to its core banking system, improvements in information security, reinforcement of its information technology organization, and the implementation of operational excellence initiatives. In addition, the bank continues to develop supporting applications that facilitate operational and business activities. One of the applications utilized is the Financing Operational Information System (SIFO), an integrated system designed to support financing administration processes. SIFO is used in various operational activities, including collateral appraisal, financing document verification, report preparation, underwriting processes, and financing document monitoring. This study was conducted from July 2024 to December 2024 at the Collateral Valuation Financing Operation Group of PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. A quantitative research approach was employed, while Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) was used to analyze the direct effects among variables on internal appraisers’ perspectives. In addition, descriptive analysis was utilized to examine the characteristics of the respondents. Based on the study regarding internal appraisers' perspectives on the collateral appraisal application system (SIFO) at BSI, it can be concluded that the overall perception of internal appraisers toward the system is favorable. The descriptive analysis indicates that the dimensions of system quality, information vii quality, and service quality were all rated positively by respondents. However, the SEM-PLS analysis reveals that only system quality and information quality have a significant influence on internal appraisers' perceptions, while service quality does not have a significant effect. These findings suggest that internal appraisers rely more heavily on the reliability of the system and the quality of information provided by SIFO in supporting the collateral appraisal process. In the context of SME financing, the availability of accurate, complete, and relevant information, along with a reliable system, plays a critical role in supporting effective collateral analysis and enhancing the quality of financing decisions. Internal appraisers perceive that the use of the Collateral Appraisal System Application (SIFO) supports the development of competencies and expertise required in collateral appraisal activities. This support is reflected in the ease of accessing information, conducting analyses, and performing appraisal processes in a more structured manner. The results further indicate that system quality and information quality are significant factors influencing internal appraisers’ perspectives, whereas service quality is not significant. Therefore, future development of the Collateral Appraisal System Application (SIFO) should focus on strengthening system quality and information quality through enhanced system integration, feature improvements, and the provision of more accurate and timely information to support collateral appraisal processes in SME financing.
dc.description.sponsorship-
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePerspektif Penilai Internal terhadap Sistem Aplikasi Penilaian Agunan (SIFO) pada PT Bank Syariah Indonesia (Persero), Tbk.id
dc.title.alternativePerspectives on the Collateral Valuation Application System (SIFO) at PT Bank Syariah Indonesia (Persero), Tbk.
dc.typeTesis
dc.subject.keywordAgunanid
dc.subject.keywordoperasional pembiayaanid
dc.subject.keywordpembiayaan SMEid
dc.subject.keywordpenilai internalid
dc.subject.keywordsistem Informasiid
dc.subject.keywordtransformasi digitalid
dc.subject.keywordcollateral valuationid
dc.subject.keywordDigital Transformationid
dc.subject.keywordfinancing operationsid
dc.subject.keywordinformation systemid
dc.subject.keywordinternal valuerid
dc.subject.keywordSME financingid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record