| dc.description.abstract | Peningkatan produksi padi secara berkelanjutan menjadi salah satu upaya penting dalam memenuhi kebutuhan beras nasional yang terus meningkat. Penggunaan pupuk anorganik secara intensif dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kualitas tanah, berkurangnya kandungan bahan organik, dan menurunnya aktivitas mikroorganisme tanah. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas tanah adalah melalui pemanfaatan asam humat dan konsorsium bakteri yang berperan dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah serta meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons morfofisiologi dan produksi tanaman padi tipe baru varietas IPB 14S terhadap pemberian asam humat dan konsorsium bakteri yang dikombinasikan dengan pupuk N, P, dan K.
Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2025 hingga Januari 2026 di Kebun Percobaan Sawah Baru IPB, Dramaga, Bogor. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk N, P, dan K yang terdiri dua taraf, yaitu 100% dosis rekomendasi (Urea 250 kg ha?¹, SP-36 100 kg ha?¹, dan KCl 150 kg ha?¹) dan 30% dosis rekomendasi (Urea 75 kg ha?¹, SP-36 30 kg ha?¹, dan KCl 45 kg ha?¹). Faktor kedua adalah aplikasi asam humat dan konsorsium bakteri yang terdiri empat taraf, yaitu kontrol (tanpa asam humat dan konsorsium bakteri), asam humat 90 kg ha?¹, konsorsium bakteri 7 L ha?¹, serta kombinasi asam humat 90 kg ha?¹ dan konsorsium bakteri 7 L ha?¹. Kedua faktor menghasilkan 8 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan diamati 10 tanaman contoh sehingga terdapat 240 tanaman contoh.
Hasil penelitian menunjukkan Pemberian pupuk N, P, dan K 100% dosis tinggi meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, bobot kering daun, bobot kering malai, panjang malai, jumlah malai per rumpun, bobot gabah per rumpun, hasil ubinan, dan produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan 30%. Aplikasi asam humat dan konsorsium bakteri meningkatkan panjang malai, tetapi belum menunjukkan peningkatan pada sebagian besar peubah morfologi, fisiologi, komponen hasil, dan hasil tanaman padi tipe baru varietas IPB 14S. Interaksi antara dosis pupuk N, P, dan K dengan aplikasi asam humat dan konsorsium bakteri meningkatkan tinggi tanaman umur 6 MST, jumlah anakan maksimum, luas daun fase panen, indeks kehijauan daun fase primordia, kandungan hara K daun, dan jumlah gabah per malai. | |