Show simple item record

dc.contributor.advisorRushayati, Siti Badriyah
dc.contributor.advisorTandio, Tjondroargo
dc.contributor.authorJuniarti, Famila
dc.date.accessioned2026-08-15T08:53:14Z
dc.date.available2026-08-15T08:53:14Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179509
dc.description.abstractMasalah utama yang mendorong penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan tekanan deforestasi dan alih fungsi lahan di Kalimantan Barat yang mengancam keberlanjutan hutan dan keanekaragaman hayati. Masyarakat adat Dayak Desa Ensaid Panjang masih mempertahankan pengetahuan ekologis tradisional, hukum adat, dan praktik pengelolaan hutan yang menjadi dasar pendidikan konservasi berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabel kunci yang memengaruhi pengetahuan, sikap, dan perilaku konservasi masyarakat adat serta mengidentifikasi aktor kunci dalam perencanaan pendidikan konservasi. Penelitian dilakukan di Desa Ensaid Panjang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dengan pendekatan campuran melalui wawancara, survei, observasi, studi literatur, dan Focus Group Discussion. Analisis menggunakan metode MICMAC untuk mengidentifikasi variabel penggerak sistem dan MACTOR untuk memetakan pengaruh, ketergantungan, konvergensi, serta potensi kolaborasi antar aktor. Kearifan lokal, hukum adat, pengetahuan tentang keanekaragaman hayati, dan kesadaran terhadap ancaman lingkungan merupakan variabel penggerak utama dalam sistem pendidikan konservasi. Kearifan lokal menjadi fondasi paling strategis karena memiliki pengaruh tinggi terhadap pembentukan pengetahuan, sikap, dan perilaku konservasi. Analisis MACTOR menunjukkan bahwa tokoh adat, pemerintah desa, pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan melalui KPH Sintang dan BKSDA, akademisi, serta NGO merupakan aktor berpengaruh dalam pengelolaan pendidikan konservasi. Konvergensi antar aktor menunjukkan adanya kesepahaman dalam pelestarian keanekaragaman hayati berbasis kearifan lokal, perlindungan hutan adat, pengembangan media pembelajaran berbasis budaya lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi konservasi yang berkelanjutan. Keberhasilan pendidikan konservasi masyarakat adat Dayak Ensaid Panjang ditentukan oleh penguatan kearifan lokal dan hukum adat yang didukung oleh kolaborasi multiaktor yang inklusif, terutama melalui pelibatan kelompok perempuan dan pemuda dalam transmisi pengetahuan dan pengembangan inovasi pendidikan konservasi berbasis budaya lokal.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleFaktor dan Pemangku Kepentingan Kunci dalam Mendukung Pendidikan Konservasi Masyarakat Adat Dayak Desa Ensaid Panjangid
dc.title.alternativeThe Role of Key Variables and Actors in Supporting Conservation Education for the Dayak Indigenous Community of Ensaid Panjang Village
dc.typeTesis
dc.subject.keywordactorsid
dc.subject.keywordconservation educationid
dc.subject.keywordDayakid
dc.subject.keywordlocal wisdomid
dc.subject.keywordvariablesid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record