Aktivitas Antagonistik Jakaba BHP01 (Corallomycetella repens) terhadap Cendawan Patogen Penyebab Penyakit Daun Alpukat secara In Vitro
Date
2026Author
Kusuma, Rizka Aulian
Herliyana, Elis Nina
Surono
Munif, Abdul
Metadata
Show full item recordAbstract
Bibit alpukat (Persea americana) sebagai jenis Multi Purpose Tree Species
unggulan rentan terhadap cendawan patogen daun, sementara pengendalian
kimiawi berisiko mencemari lingkungan. Cendawan Jakaba BHP01 berpotensi
sebagai agens pengendalian hayati, namun identitas taksonomi dan kemampuan
antagonisnya belum terkonfirmasi. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi
cendawan yang berasosiasi dengan gejala penyakit daun alpukat, mengidentifikasi
Jakaba BHP01 secara molekuler, serta menguji aktivitas antagonis dan
patogenisitasnya.
Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024 sampai April 2026 di
Laboratorium Patologi Hutan, Departemen Silvikultur IPB. Identifikasi molekuler
dilakukan melalui amplifikasi daerah ITS, sekuensing Sanger, penelusuran
BLAST, dan konstruksi pohon filogenetik. Patogen diisolasi dari daun alpukat
bergejala dan dikarakterisasi secara makroskopis dan mikroskopis. Uji antagonisme
menggunakan metode kultur ganda dan senyawa organik volatil, sedangkan uji
patogenisitas menggunakan benih sengon pada media PDA dan MEA.
Cendawan yang berasosiasi dengan gejala penyakit daun alpukat terdiri atas
tiga isolat yang diduga termasuk genus Lasiodiplodia, Pestalotiopsis, dan
Colletotrichum, dengan Colletotrichum sp. dipilih sebagai patogen sasaran karena
laju
pertumbuhannya paling mendekati Jakaba BHP01. Jakaba BHP01
teridentifikasi sebagai Corallomycetella repens berdasarkan sekuens ITS rDNA
sepanjang 533 pb dengan identity hingga 100,00% dan dukungan klad monofiletik.
Aktivitas antagonisnya bersifat spesifik-taksa dan bergantung media, berupa
penghambatan mutual tanpa penetrasi koloni (Tipe D) terhadap Colletotrichum sp.
dan penghambatan senyawa volatil sebesar 37,62% pada media MEA. Jakaba
BHP01 juga bersifat non-patogenik terhadap benih sengon dan memacu
pertumbuhan kecambah, sehingga memenuhi kriteria awal keamanan biologis
sebagai agens pengendalian hayati dengan efikasi yang masih tergolong sedang.
Collections
- MF - Forestry [1605]

