IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Professional Master
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Professional Master
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Strategi Peningkatan Daya Saing Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) (Studi Kasus Di Kabupaten Bogor)

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (476.8Kb)
      Fulltext (1.211Mb)
      Lampiran (3.850Mb)
      Date
      2026
      Jenis/Type
      Tesis
      Subtype
      Theses
      Author
      Ramadhan, Rachmat
      Alexandi, Muhammad Findi
      Pandjaitan, Nora Herdiana
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      BUMDes memiliki peran strategis sebagai penggerak perekonomian desa, namun banyak BUMDes di Kabupaten Bogor belum berjalan optimal. Dari 416 BUMDes, hanya 237 (56,97%) yang aktif dan memiliki kontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADes). Hal tersebut pun mengalami penurunan pada periode tahun 2023-2024. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, menganalisis manajemen serta pemasaran produk serta merumuskan strategi dalam memperkuat daya saing. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 35 pengelola BUMDes di Kabupaten Bogor. Hasil uji validitas menunjukkan 20 item pernyataan yang diujikan, 19 item dinyatakan valid. Namun, satu item yaitu P18 tidak valid, Oleh karena itu, item P18 dikeluarkan dari analisis selanjutnya. Hasil uji reliabilitas menghasilkan Cronbach's Alpha 0,871. Analisis data dilakukan dengan matriks IE, SWOT, dan QSPM. Kelemahan internal utama BUMDes adalah terbatasnya penguasaan teknologi digital, belum adanya sistem pencatatan keuangan yang rapi, dan rendahnya inovasi produk. Kondisi ini diperparah oleh minimnya kapasitas SDM pengelola, yang mayoritas berpendidikan SMA (54,29%) dan masa kepengurusan kurang dari satu tahun (54,29%), sehingga diperlukan penguatan kapasitas SDM yang berkelanjutan. Meskipun demikian, BUMDes masih memiliki peluang untuk berkembang melalui program pelatihan pemerintah, dukungan masyarakat terhadap produk lokal, dan pemanfaatan teknologi digital untuk promosi. Di sisi lain, BUMDes juga menghadapi ancaman dari pesaing di luar desa, perubahan tren konsumen yang cepat, serta ketidakstabilan akibat perubahan aturan dan struktur pemerintahan desa. Dari sisi manajemen, BUMDes di Kabupaten Bogor memiliki kekuatan pada dukungan Pemerintah Desa dan lokasi usaha yang strategis. Namun, kelemahan utama masih ditemukan pada sistem pencatatan keuangan yang belum tertata dengan baik serta kemampuan mengelola sumber daya yang masih terbatas. Sementara itu, dari sisi pemasaran, BUMDes unggul dalam kesesuaian produk dengan potensi lokal dan kemampuan menjalin kerja sama dengan masyarakat, tetapi masih menghadapi kendala pada kurangnya penguasaan teknologi digital dan rendahnya inovasi produk. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci untuk mengatasi kelemahan manajemen dan pemasaran, sehingga BUMDes dapat meningkatkan daya saingnya di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif. Dengan demikian, perumusan strategi menjadi penting untuk menjembatani kesenjangan antara potensi dan kinerja aktual BUMDes. Hasil penelitian menunjukkan BUMDes memiliki posisi internal kuat (IFE 3,26) dan posisi eksternal kuat (EFE 3,47), sehingga berada pada Sel I Matriks IE yang merekomendasikan strategi grow and build. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh alternatif strategi untuk meningkatkan daya saing BUMDes. Dari 11 alternatif strategi yang dirumuskan, dengan analisis QSPM diperoleh prioritas utama adalah human resource development melalui pelatihan dari pemerintah untuk meningkatkan kapasitas sistem keuangan, teknologi digital, dan pengembangan SDM (STAS 5,69), diikuti membuka gerai sendiri (STAS 5,58), serta kerja sama dengan BUMDes lain (STAS 5,48). Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dari pemerintah merupakan strategi prioritas untuk mengatasi kelemahan internal BUMDes.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179461
      Collections
      • MF - Professional Master [926]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository