Penggunaan AI Dalam Jurnalisme Dan Implikasinya Terhadap Trust Serta Behavioral Intention Media Arus Utama Di Indonesia
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Jatmiko, Bambang Priyo
Slamet, Alim Setiawan
Ermawati, Wita Juwita
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gelombang disrupsi digital dan pergeseran pola konsumsi informasi publik yang menekan industri media arus utama di Indonesia. Menghadapi penurunan market share media konvensional, perpindahan audiens ke media sosial, serta efisiensi tenaga kerja redaksi, perusahaan media mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai langkah transformasi strategis. Namun, adopsi AI dalam proses produksi berita memunculkan dilema etik terkait keakuratan, bias algoritmik, dan transparansi yang berpotensi menggerus trust audiens. Padahal, dalam bisnis media, trust merupakan aset strategis dan modal utama yang menentukan keberlanjutan bisnis (business sustainability).
Untuk menjelaskan fenomena tersebut, penelitian ini mengintegrasikan tiga kerangka teori utama, yaitu Dynamic Capabilities Theory, Social Cognitive Theory, dan Organizational Trust Theory. Pemanfaatan AI oleh media diposisikan sebagai kapabilitas organisasi yang diturunkan menjadi kapabilitas teknis operasional (Content Creation) dan kapabilitas dinamis strategis (News Selection). Kedua kapabilitas ini, bersama faktor kognitif AI Self-Efficacy audiens, diuji pengaruhnya terhadap trustworthiness organisasi (diwakili oleh Kualitas Konten dan Kredibilitas Media), yang pada akhirnya membentuk rasa percaya (Trust) serta niat perilaku (Behavioral Intention) audiens.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksplanatori (causal-explanatory survey). Objek penelitian mencakup lima media berita online arus utama nasional di Indonesia, yaitu Kompas.com, Detik.com, Tribunnews.com, Kumparan.com, dan Tempo.co, yang dipilih berdasarkan penguasaan pangsa pasar (>60%), serta tercatat di Dewan Pers. Data primer dihimpun melalui kuesioner terstruktur dengan teknik purposive sampling terhadap 200 responden terfilter. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS.
Dari sembilan hipotesis yang diajukan, delapan hipotesis dinyatakan diterima dan signifikan secara statistik, sedangkan satu hipotesis (H4: News Selection terhadap Kredibilitas) dinyatakan ditolak. Berdasarkan pengujian hipotesis kapabilitas organisasi, kapabilitas teknis Content Creation terbukti menjadi pendorong paling dominan dalam membentuk trustworthiness media, baik pada dimensi Ability, Kualitas Konten, maupun dimensi Integrity & Benevolence / Kredibilitas Media. Sebaliknya, kapabilitas dinamis News Selection berpengaruh positif terhadap Kualitas Konten, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap Kredibilitas Media.
Di tingkat individu, AI Self-Efficacy terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Konten dan Kredibilitas. Sesuai dengan Social Cognitive Theory, kematangan literasi AI audiens bertindak sebagai enabler kognitif awal yang mereduksi kecemasan teknologi.
Terkait pembentukan rasa percaya, kombinasi Kualitas Konten dan Kredibilitas Media secara simultan mampu menjelaskan 58,4% variasi pada Trust audiens. Pengujian membuktikan bahwa pilar Kredibilitas Media memberikan kontribusi yang sangat raksasa dan dominan dibandingkan Kualitas Konten. Temuan ini menguatkan Organizational Trust Theory bahwa dalam lanskap jurnalisme, integritas etis dan human oversight institusi pengelola media lebih penting daripada sekadar kecanggihan teknologi.
Selanjutnya, Trust terbukti berpengaruh positif, sangat signifikan terhadap Behavioral Intention. Temuan ini menegaskan bahwa otomatisasi AI di ruang redaksi baru akan terkonversi menjadi nilai bisnis yang berkelanjutan manakala teknologi tersebut dikelola untuk memelihara kepercayaan publik.
Implikasi manajerial dari penelitian ini menekankan tiga pilar langkah strategis bagi pengelola industri media. Pertama, meningkatkan kapabilitas teknis Content Creation dengan membekali jurnalis pelatihan upskilling AI. Kedua, memperkuat kredibilitas media melalui transparansi penggunaan AI (AI disclosure/labeling) serta menjaga independensi redaksi dari bias kepentingan. Ketiga, mengimbangi pemanfaatan algoritma News Selection dengan kebijakan editorial yang berorientasi pada edukasi publik dan jurnalisme berbobot.
Sebagai saran untuk penelitian mendatang, peneliti disarankan untuk menguji variabel anteseden kredibilitas lain (seperti brand reputation dan kepemilikan media), menguji hubungan kausalitas berjenjang dari Kualitas Konten ke Kredibilitas, memperluas indikator News Selection mencakup journalistic diversity, serta menggunakan pendekatan longitudinal dengan populasi responden yang lebih beragam.
Collections
- MF - Economic and Management [3351]

