Show simple item record

dc.contributor.advisorAnwar, Syaiful
dc.contributor.advisorAntonius, Sarjiya
dc.contributor.authorMustika, Tasya Nurul Safira
dc.date.accessioned2026-08-15T07:00:49Z
dc.date.available2026-08-15T07:00:49Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179406
dc.description.abstractAktivitas penambangan nikel menyebabkan degradasi sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, yang ditandai dengan rendahnya kandungan bahan organik, ketersediaan unsur hara, serta kelimpahan mikroorganisme tanah. Kondisi tersebut menjadi kendala utama dalam kegiatan reklamasi karena menghambat pertumbuhan tanaman. Pemanfaatan bakteri indigenous yang berasal dari lingkungan setempat serta aplikasi biokompos berpotensi menjadi alternatif untuk mempercepat pemulihan fungsi tanah pascatambang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kelimpahan bakteri pada lahan hutan dan lahan pascatambang nikel, memperoleh isolat bakteri indigenous yang memiliki aktivitas enzimatik dan sifat plant growth-promoting (PGP), serta mengevaluasi pengaruh aplikasi biokompos dan formulasi bakteri indigenous terhadap pertumbuhan Mucuna bracteata pada lahan pascatambang nikel. Sampel yang digunakan adalah serasah dan tanah yang berasal dari lahan hutan dan lahan pascatambang nikel. Kelimpahan bakteri dihitung menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Isolat bakteri yang diperoleh kemudian diseleksi berdasarkan aktivitas enzimatik (selulolitik, ligninolitik, proteolitik, lakase) dan sifat PGP (pelarutan fosfat, pelarutan kalium, penambatan nitrogen, produksi hormon Indole-3-Acetic Acid (IAA)). Isolat terpilih diuji patogenisitas, kompatibilitas, dan diidentifikasi secara molekuler menggunakan gen 16S rRNA. Selanjutnya, formulasi isolat bakteri terpilih diaplikasikan pada percobaan rumah kaca menggunakan NPK majemuk (16:16:16) dan biokompos PK1 dan PK2 dengan (+) atau tanpa (-) penambahan formulasi bakteri. Biokompos PK1 merupakan biokompos yang tersusun dari campuran serasah daun, eceng gondok, dan bioaktivator, sedangkan biokompos PK2 merupakan biokompos yang tersusun dari campuran eceng gondok, bioaktivator, kotoran hewan, maggot frass, biochar, dan zeolit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan bakteri pada lahan hutan (23,37 × 107 - 66,85 × 107 CFU mL-1) lebih tinggi dibandingkan lahan pascatambang nikel (6,26 × 107 - 21,23 × 107 CFU mL-1). Dari 110 isolat yang diperoleh, terpilih lima isolat bakteri indigenous, yaitu Priestia flexa (RSS3.6), Brevibacterium casei (RST2.3 dan RSS3.15), Bacillus zanthoxyli (S.3), dan Acinetobacter venetianus (AA.7), yang bersifat non-patogen dan kompatibel, serta memiliki aktivitas fungsional yang saling melengkapi. Aplikasi biokompos yang diperkaya formulasi bakteri indigenous meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan biomassa Mucuna bracteata, dengan perlakuan PK2(+) memberikan hasil terbaik pada sebagian besar parameter pertumbuhan. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi biokompos dan bakteri indigenous berpotensi mendukung reklamasi lahan pascatambang nikel melalui peningkatan pertumbuhan tanaman dan perbaikan kualitas tanah.
dc.description.sponsorshipBadan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePotensi Bakteri Indigenous dan Biokompos dalam Membantu Meningkatkan Pertumbuhan Mucuna bracteata pada Lahan Reklamasi Pascatambang Nikelid
dc.title.alternativePotential of Indigenous Bacteria and Biocompost to Enhance the Growth of Mucuna bracteata in Post-Nickel-Mining Land Reclamation
dc.typeTesis
dc.subject.keywordaktivitas enzimatikid
dc.subject.keywordMucuna bracteataid
dc.subject.keywordPGPid
dc.subject.keywordpopulasi mikrobaid
dc.subject.keywordreklamasiid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record