| dc.description.abstract | Ekosistem mangrove merupakan ekosistem pesisir tropis yang berperan penting dalam menjaga stabilitas wilayah pesisir, mendukung keanekaragaman hayati, menyimpan karbon biru, serta meningkatkan kapasitas adaptasi pesisir terhadap perubahan iklim. Di Laguna Segara Anakan, Cilacap, dinamika ekosistem mangrove dipengaruhi oleh perubahan penggunaan lahan, sedimentasi, dan aktivitas antropogenik yang berdampak pada perkembangan
habitat, struktur vegetasi, serta fungsi ekologisnya. Di sisi lain, kenaikan muka laut menjadi tekanan tambahan yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan
ekosistem tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji secara terpadu hubungan antara dinamika bentang lahan, perkembangan habitat, sedimentasi, struktur vegetasi, karbon biru, dan kapasitas adaptif mangrove terhadap kenaikan muka laut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika spasial ekosistem mangrove melalui integrasi Land Use/Land Cover (LULC) dan Enhanced Mangrove Index (EMI), merekonstruksi sedimentasi historis dan akumulasi karbon, menganalisis struktur vegetasi dan simpanan karbon, serta mengevaluasi kapasitas adaptif mangrove terhadap kenaikan muka laut menggunakan pendekatan Relative Elevation Balance (REB). Penelitian dilakukan melalui integrasi analisis spasial berbasis citra satelit, inventarisasi vegetasi, rekonstruksi geokronologi sedimen menggunakan radionuklida alami ²¹°Pb, analisis karbon biru, serta evaluasi REB.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas mangrove mengalami
penurunan selama periode 2020–2024 yang diikuti oleh perubahan
karakteristik vegetasi berdasarkan integrasi LULC dan EMI. Temuan ini
menunjukkan bahwa dinamika ekosistem tidak hanya ditunjukkan oleh perubahan luas tutupan lahan, tetapi juga oleh perubahan kondisi internal vegetasi. Inventarisasi vegetasi menunjukkan penurunan jumlah individu mangrove dari 2.449 menjadi 1.041 individu dan jumlah spesies dari 17 menjadi 12 spesies, disertai reorganisasi komunitas serta pergeseran dominasi dari Avicennia menuju Rhizophora. Rekonstruksi geokronologi menunjukkan
bahwa sedimentasi berlangsung secara kontinu selama sekitar 175 tahun dengan laju sedimentasi vertikal sebesar 4,9–10,5 mm tahun?¹ dan laju akumulasi karbon sebesar 297–918 g C m?² tahun?¹. Meskipun struktur komunitas mengalami perubahan, biomassa di atas permukaan tetap tinggi pada beberapa lokasi akibat dominasi pohon berdiameter besar.
Perbandingan antara laju sedimentasi dan laju kenaikan muka laut global menunjukkan bahwa sedimentasi di Laguna Segara Anakan masih lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan muka laut (±3,05 mm tahun?¹), sehingga menghasilkan Relative Elevation Balance (REB) yang positif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekosistem mangrove masih memiliki kapasitas adaptif yang baik dalam mempertahankan keseimbangan elevasi relatif terhadap
kenaikan muka laut pada kondisi saat ini. Namun demikian, kapasitas adaptif tersebut merupakan hasil interaksi berbagai proses biofisik yang melibatkan dinamika bentang lahan, perkembangan habitat, struktur vegetasi, karbon biru, dan kenaikan muka laut, sehingga evaluasinya tidak dapat didasarkan pada satu indikator secara terpisah.
Penelitian ini menghasilkan empat temuan empiris mengenai dinamika ekosistem mangrove yang diperoleh melalui sintesis berbagai pendekatan analisis. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan bentang lahan, perkembangan habitat, struktur vegetasi, karbon biru, dan kapasitas adaptif merupakan proses biofisik yang saling berinteraksi dalam membentuk dinamika ekosistem mangrove. Kerangka Sintesis Dinamika Ekosistem Mangrove yang disusun dalam penelitian ini berfungsi sebagai media
konseptual untuk mengintegrasikan dan menjelaskan temuan-temuan empiris tersebut sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika mangrove pada sistem laguna tropis. Hasil penelitian ini menyediakan dasar ilmiah bagi pengembangan pengelolaan, restorasi, dan sistem monitoring mangrove berbasis pendekatan ekosistem untuk mendukung
konservasi serta adaptasi terhadap perubahan lingkungan dan perubahan iklim. | |