Hubungan Konsumsi Pangan dan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi Anak Balita di Wilayah Banjir, Desa Jeruksari, Kabupaten Pekalongan
Abstract
Banjir rob terjadi akibat pasang surut air laut yang dapat berdampak secara
tidak langsung pada masalah gizi. Terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi
status gizi balita, yaitu konsumsi pangan dan infeksi. Penelitian ini bertujuan
meneliti hubungan konsumsi pangan dan penyakit infeksi dengan status gizi anak
balita di wilayah banjir, Desa Jeruksari, Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian
menggunakan cross sectional study yang dilaksanakan pada Juli–Agustus 2024
dengan responden berjumlah 42 orang yang dipilih secara purposive sampling. anak
balita sebagian besar memiliki usia di atas 24 bulan sebanyak 32 orang (76,2%).
Tingkat pendidikan ayah dan ibu mayoritas subjek adalah SD sederajat. Pendapatan
keluarga dalam satu bulan berkisar antara Rp1.000.000,00–Rp2.000.000,00
(52,4%) dan Rp2.000.001,00–Rp3.000.000,00 (45,2%). Sebanyak 23 subjek anak
balita (54,8%) memiliki riwayat penyakit infeksi ringan seperti diare dan ISPA
ringan (batuk dan pilek). Sebanyak 18 subjek (42,9%) memiliki tingkat kecukupan
energi yang normal atau baik. Sebagian besar subjek memiliki status gizi normal,
sebanyak 27 orang (64,3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat
hubungan antara konsumsi pangan dan penyakit infeksi dengan status gizi anak
balita di wilayah banjir, Desa Jeruksari, Kabupaten Pekalongan. Tidal flooding caused by sea-level fluctuations can indirectly impact
nutritional status. Two primary factors influencing the nutritional status of children
under five are food consumption and infectious diseases. This study aimed to
examine the relationship between food consumption, infectious diseases, and the
nutritional status of children under five in the flood-prone area of Jeruksari Village,
Pekalongan Regency. A cross-sectional study design was employed, conducted
from July to August 2024, with 42 respondents selected via purposive sampling.
The majority of the children (32 individuals or 76.2%) were over 24 months of age.
Most parents (fathers and mothers) had an education level equivalent to elementary
school. Monthly family income ranged from IDR 1,000,000.00–2,000,000.00
(52.4%) to IDR 2,000,001.00–3,000,000.00 (45.2%). Twenty-three children
(54.8%) had a history of mild infectious diseases, such as diarrhea and mild acute
respiratory infections (cough and cold). Eighteen subjects (42.9%) demonstrated
normal or adequate energy intake levels. The majority of subjects (27 individuals
or 64.3%) had normal nutritional status. The study results indicate no significant
relationship between food consumption or infectious diseases and the nutritional
status of children under five in the flood-prone area of Jeruksari Village,
Pekalongan Regency.
Collections
- UF - Nutrition [33]

